Amar Bank Telah Kucurkan Rp 1 Triliun Melalui Aplikasi Digital KTA Tunaiku

Amar Bank telah mengucurkan dana lebih dari Rp 1 triliun bagi masyarakat luas melalui produk aplikasi digital KTA (Kredit Tanpa Agunan)

Amar Bank Telah Kucurkan Rp 1 Triliun Melalui Aplikasi Digital KTA Tunaiku
tribunnews.com
ilustrasi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Amar Bank memberikan paparan mengenai layanan fintech untuk BPR dan BPR Syariah di Surabaya, Selasa (5/3/2019). Langkah bisnis yang dilakukan bank berpredikat Sehat kategori aset di bawah Rp 2 triliun itu, dalam rangka berbagi pengalaman mengembangkan Fintech in House.

Presiden Direktur Bank Amar Tuk Yulianto, mengatakan dalam mengembangkan Tunaiku, pihaknya telah mengucurkan dana lebih dari Rp 1 triliun bagi masyarakat luas melalui produk aplikasi digital KTA (Kredit Tanpa Agunan) tersebut.

"Dari dana dengan jumlah itu, kami bermaksud untuk membantu BPR dan BPR Syariah mengembangkan berbagai pendekatan dan kolaborasi untuk mempercepat akselerasi inklusi keuangan dengan mempermudah akses masyarakat terhadap layanan perbankan," jelas Tuk Yulianto.

Lebih lanjut, Tuk menyebutkan bila keberhasilan Amar Bank melalui Tunaiku dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan pinjaman merupakan hasil kerja keras segenap karyawan dan juga prestasi dari strategi yang tepat.

"Aplikasi Tunaiku dari Amar Bank saat ini menjadi satu-satunya produk bank yang menawarkan layanan fintech (financial technology) untuk produk KTA digitalnya dengan cicilan yang ringan," ungkap Tuk.

Dimana produk sejenis ini sebagian besar tidak berasal dari lembaga perbankan. Sebagai lembaga intermediari keuangan, Amar Bank tentu saja paham bagaimana melayani konsumen dan memberikan rasa aman ketika mengakses layanan keuangan dan layanan fintech yang mereka miliki.

"Hal ini dengan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses layanan keuangan dengan mudah, cepat, aman, dan cicilan yang terjangkau. Tunaiku menawarkan kelebihan dari sebuah produk KTA digital, dimana peminjam tidak harus menjadi nasabah Amar Bank,” ungkap Tuk Yulianto.

 Direktur Utama BPR Syariah Bhakti Sumekar, Novi Sujatmiko mengungkapkan, diskusi yang membahas mengenai layanan fintech ini sungguh menginspirasi.

"Dengan adanya kelebihan teknologi yang dimiliki oleh Tunaiku, yaitu salah satunya Artificial Intelligence (AI), kami dari BPRS ingin berkolaborasi bersama Tunaiku sehingga kami bisa menjadi channeling agent Tunaiku untuk wilayah kami dan memberikan manfaat untuk masyarakat luas,” ungkap Novi Sujatmiko.

Fintech di Indonesia memang sedang mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. Menurut laporan Statista tentang fintech yang diterbitkan pada Desember 2018, pasar yang paling besar adalah Digital Payments dengan total transaksi pada 2019 diperkirakan mencapai 26,575 juta dolar AS dan diperkirakan rata-rata pertumbuhan per tahunnya (CAGR 2019-2022) mencapai 11,9 persen. Hasilnya pada 2022 akan mencapai 37,238 juta dolar AS.

Sedangkan untuk personal loan dan usaha mikro seperti Tunaiku, yang dalam laporan Statista masuk dalam kategori alternative lending akan mencapai total transaksi 38 juta dolar AS pada 2019.

Dengan rata-rata pertumbuhan per tahun (CAGR 2019-2022) mencapai 13,0 persen, maka akan mencapai total transaksi 54,2 juta dolar AS pada 2022.

“Kami berkomitmen untuk terus memberikan dampak sosial yang positif bagi masyarakat dalam mengakses layanan keuangan, apakah itu melalui KTA digital Tunaiku atau berbagai layanan keuangan lain yang dimiliki oleh Amar Bank," ungkap Tuk.

Dengan makin mudahnya akses keuangan bagi masyarakat luas akan membuat masyarakat lebih mudah untuk memenuhi kebutuhan baik personal ataupun usaha dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka.

Tags
Amar Bank
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved