Citizen Reporter

Siswa KB Sunan Muria Kota Mojokerto Belajar Pahami Rambu di Taman Lalu Lintas, ini Harapannya

Taman Lalu Lintas Mojokerto dijadikan sarana pembelajaran untuk mengenal arti rambu lalu lintas.l

Siswa KB Sunan Muria Kota Mojokerto Belajar Pahami Rambu di Taman Lalu Lintas, ini Harapannya
foto: istimewa
Siswa KB Sunan Muria Kota Mojokerto belajar pahami rambu di Taman Lalu Lintas Mojokerto, Jumat (8/2/2019). 

DALAM kegiatan belajar mengajar, perlu sebuah kegiatan pembelajaran yang aktif, kreatif, menyenangkan, dan sesuai dengan konteks kehidupan sehari-hari. Belajar di luar kelas menjadi momen menyenangkan bagi siswa.

Apalagi jika materi pembelajaran dihadirkan dalam bentuk nyata sesuai kehidupan sehari-hari, diharapkan minat belajar siswa akan meningkat.

Itu seperti yang dilakukan siswa KB Sunan Muria Kota Mojokerto yang di Taman Lalu Lintas Mojokerto, Jumat (8/2/2019). Sesuai namanya, taman itu merupakan miniatur bentuk jalan yang disertai rambu-rambu lalu lintas.

Taman Lalu Lintas Mojokerto dijadikan sarana pembelajaran untuk mengenal arti rambu lalu lintas. Anak-anak serta masyarakat dapat memahami rambu-rambu tanpa harus datang ke kantor kepolisian.

Taman ini terletak di Jalan Pepaya, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Walau tak seberapa luas, taman ini digemari pengunjung karena rindang dan bersih. Selain itu, juga dilengkapi dengan fasilitas wifi gratis.

Siswa KB Sunan Muria Kota Mojokerto belajar memahami rambu lalu lintas dipandu polisi. Sekolah bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk menjelaskan rambu lalu lintas secara dini pada siswa playgroup.

“Ayo anak-anak, coba lihat, Bapak membawa tanda huruf apa? Nah, ini huruf S dicoret artinya kita dilarang berhenti di tempat ini ya!” terang M Jaka, polisi yang bertugas memberi pengarahan pada siswa.

Polisi membawa beberapa alat peraga tanda rambu lalu lintas kemudian menjelaskan artinya kepada siswa. Setelah itu, mereka berjalan dan melihat secara langsung rambu-rambu yang dipasang di sepanjang miniatur jalan.

“Anak-anak, perhatikan lampu lalu lintas ini! Jika lampu merah menyala, apa artinya?” tanya Jaka.
Serentak siswa KB Sunan Muria berkata, “Artinya berhenti.”

Siswa juga tampak gembira karena guru menyediakan beberapa sepeda roda tiga. Siswa boleh mengendarai sepeda sesuai rambu lalu lintas, layaknya berkendara di jalan raya.

“Bu Guru, aku mau berfoto dengan badut polisi,” kata Sakha, siswa KB Sunan Muria dengan antusias.

Pihak kepolisian juga membawa badut berbentuk polisi agar anak lebih antusias belajar dan menyukai profesi polisi.

Melalui pembelajaran di taman lalu lintas, diharapkan anak mengetahui aturan di jalan raya sehingga dapat menanamkan kedisiplinan dan menekan angka kecelakaan saat dewasa kelak.

Chusnul Chotimah
Guru SDN Magersari 2 Kota Mojokerto
buchusnulcantik@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved