Citizen Reporter

95 Siswa SD Kyai Ibrahim Khataman Alquran, Acara Tak Kalah Seru dengan Pencarian Bakat di Televisi

Acara selama 3 jam berlangsung khidmat dan bahagia dan tidak kalah seru dengan ajang pencarian bakat di televisi

95 Siswa SD Kyai Ibrahim Khataman Alquran, Acara Tak Kalah Seru dengan Pencarian Bakat di Televisi
foto: istimewa
Suasana Khataman Alquran SD Kyai Ibrahim pada Sabtu (2/2/2019). 

MEMBEKALI  anak dengan ilmu agama adalah wajib. Di zaman sekarang, kemajuan teknologi harus dikuatkan dengan dasar keimanan.

Salah satu pilihan orang tua untuk menguatkannya dengan memasukkan anak di sekolah berbasis keagamaan. Tujuannya, untuk mendapat dasar ilmu agama yang kuat sebelum menghadapi dunia luar, terjun ke masyarakat. Dengan lancar membaca Alquran dan mengerti artinya bisa menjadi pijakan hidup di dunia dan bekal akhirat.

Ada yang berbeda di SD Kyai Ibrahim, Sabtu (2/2/2019). Guru, karyawan, dan beberapa siswa hadir di aula SMKN 12 Surabaya untuk menyaksikan 95 peserta khataman Alquran. Peserta merupakan siswa yang telah menuntaskan 30 juz. Selain itu, melampaui target hafalan juz 30. Ada 67 siswa kelas enam dan 28 siswa kelas tiga, empat, dan lima.

Acara selama 3 jam berlangsung khidmat dan bahagia dan tidak kalah seru dengan ajang pencarian bakat di televisi. Penonton bisa bertanya kepada peserta. Antusias wali murid luar biasa. Dari 200-an penonton, ada 50 orang mengajukan pertanyaan dan semuanya dijawab dengan memuaskan.

Sebelum prosesi khataman, tampilan banjari dan qori cilik, Luxs, siswa kelas tiga membawakannya dengan memukau sebagai pembuka acara. Panggung megah diselimuti santri mengaji mengenakan baju toga, tanda ngajinya telah khatam. Bukan berarti mereka tidak mengaji lagi. Itu baru awal. Selanjutnya, mereka menerjemahkan kandungan ayat-ayat di Alquran.

Acara dibuka oleh Ranu selaku kepala sekolah. Ia menyampaikan rasa bangga terhadap guru-guru yang telah berhasil mencetak generasi qurani. Selain itu, hadir pula pemuka dan sesepuh Siwalankerto.

“Terima kasih kepada ustaz dan ustazah yang telah membimbing anak kami. Tidak menyangka anak saya bisa menjawab dengan lugas,” tutur Luluk, ibu dari Icha, salah satu peserta khataman.

Raut Keysa berbinar. Sebagai peserta termuda, ia mengkhatamkan Alquran di kelas tiga. Sebagian wali murid menitikkan air mata karena bangga dan haru.

Proses yang dilewati sampai khatam tidak mudah. Itu diawali dengan mengaji jilid 1 sampai 6, selanjutnya gharib dan tajwid.

Veni, ketua panitia, merasa sangat puas. Ke depannya ia berharap acara serupa mampu mencetak peserta lebih banyak dan generasi qurani yang tangguh. Tahun ini peserta lulus munaqosah dengan predikat memuaskan.

Nur Sofiah
Pengajar di SD Kyai Ibrahim Surabaya
nursofi82@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved