Berita Surabaya

Tekankan Edukasi bagi Pasien Cuci Darah Lewat Aplikasi AV Stunt Indonesia

Penderita gagal ginjal yang harus menjalani cuci darah biasanya akan menjalani AV Stunt

Tekankan Edukasi bagi Pasien Cuci Darah Lewat Aplikasi AV Stunt Indonesia
surya/sulvi sofiana
dr Niko Azhari Hidayat Sp BTKM (K) saat melakukan USG pada pembuluh darah pasien cuci darah pasca AV Stunt 

SURYA.co.id | SURABAYA - Penderita gagal ginjal yang harus menjalani cuci darah biasanya akan menjalani AV Stunt atau prosedur prosedur pembedahan pembuluh darah untuk membuat akses vaskular hemodialysis pada pasien Chronic Kidney Disease (CKD) atau Penyakit Ginjal Kronis (PGK).

Prosedur AV Stunt tersebut dengan cara menyambung pembuluh darah arteri dengan vena. Pembuatan AV Shunt biasanya pada pergelangan ataupun bagian bawah siku. Tanpa akses semacam ini, sesi hemodialysis reguler tidak akan mungkin dilakukan, karena vena yang tidak melalui proses ini tidak dapat menahan tusukan jarum cuci darah berulang.

Sayangnya, masyarakat masih awam dengan kondisi dalam mempersiapkan diri sebelum operasi dan setelah operasi, sehingga banyak keluhan kerap timbul pada pasien yang usai menjalani AV Stunt. Hal ini diungkapkan Yunita Maran (41) warga gresik yabg ditemui dalam Seminar Awam 'Meningkatkan Kesehatan Ginjal Melalui Penanganan Akses Hemodialysis yang Optimal dan Paripurna' di RS Husada Utama, Sabtu (2/3/2019).

Yunita mengungkapkan sudah didiagnosa gagal ginjal enam tahun lalu, sehingga harus melakukan cuci darah dan menjalani AV Stunt.

"Setelah jalan empat tahun pembuluh darah saya membengkak. Meskipun tudak sakit tetapi cukup mengganggu pemandangan,"kata Yunita.

Yunita juga tak berkonsultasi lebih lanjut, pasalnya ia melihat kondisi membengkaknya pembuluh darah ini terbilang wajar terjadi pada pasien cuci darah.

Kondisi sejumlah pasien seperti Yunita membuat dr Niko Azhari Hidayat Sp BTKM (K) mengkonsep aplikasi AV Stunt Indonesia sebagai wadah informasi pasien dan keluarga terkait perawatan AV Shunt dan penyakit CKD.

"Informasi lengkap dan akurat mengenai AV Shunt masih cukup jarang disosialisasikan, sedangkan informasi ini sangat dibutuhkannya oleh mereka yang berhubungan dengan Hemodialysis secara reguler," tukas Niko.

Kondisi Yunita contohnya, karena kurangnya informasi, Yunita tidak pernah melakukan USG untuk pembuluh darahnya.

Padahal saat diperiksa olehnya, pembengkakan pembuluh darah Yunita membuat pembuluh darahnya memiliki diameter hingga 2 sentimeter.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved