Citizen Reporter

Sampah Tetap Berguna, Mahasiswa FKM Universitas Airlangga Ajak Siswa PAUD Naik Bus Bayar Pakai Botol

Siswa PAUD Ampel Kecamatan Semampir, Surabaya, didampingi mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (FKM Unair) naik Suroboyo Bus.

Sampah Tetap Berguna, Mahasiswa FKM Universitas Airlangga Ajak Siswa PAUD Naik Bus Bayar Pakai Botol
foto: istimewa
Siswa PAUD Ampel Kecamatan Semampir, Surabaya, diajari naik Suroboyo Bus membayar pakai botol plastik. 

ADA  yang berbeda di pemberhentian Bus Suroboyo Park And Ride Jalan Mayjend Sungkono Surabaya, Rabu (30/1/2019). Ada sekumpulan anak-anak PAUD yang antusias naik Bus Suroboyo.

Mereka dari PAUD Ampel Kecamatan Semampir, Surabaya, yang didampingi mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (FKM Unair) Surabaya yang sedang praktik kerja lapangan (PKL). Antusiasme anak-anak PAUD sangat tinggi lantaran Bus Suroboyo merupakan bus yang beroperasi setiap hari dan dapat dimanfaatkan secara mudah oleh seluruh warga hanya dengan menyerahkan beberapa botol.

Abu, Ketua Kelompok PKL FKM Unair menuturkan, mereka mengajak anak-anak PAUD dan di Kelurahan Ampel. Mereka diajak memilah sampah yang bisa dimanfaatkan kembali, seperti botol plastik untuk naik Bus Suroboyo. Sampah yang bagi sebagian orang merupakan sebuah masalah di masyarakat, dengan menggunakan sedikit kreativitas maka sampah dapat diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

"Kami sangat senang dan mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa sehingga kami jadi lebih mudah memilah sampah dan bisa naik Bus Suroboyo," tutur Ima, Ketua PAUD Kelurahan Ampel.
Selain untuk mengedukasi anak-anak PAUD beserta bunda PAUD, mahasiswa juga ingin mengampanyekan kepada seluruh penumpang Bus Suroboyo yang naik bersama mereka. Mereka menunjukkan, anak-anak usia dini pun bisa belajar memilah sampah.

“Itu agar sampah plastik dapat kita manfaatkan supaya bumi ini tetap aman dari sampah plastik khususnya botol," kata Abu.

Di sisi lain, anak-anak PAUD juga mendapatkan kegembiraan tersendiri. Mereka bersemangat naik bus istimewa itu.

"Senang sekali aku bisa naik bus Tayo," ujar Naura, salah satu anak PAUD Kelurahan Ampel.

Abu berharap bisa lebih peduli dengan lingkungan, apalagi sampah sebenarnya tidak asing bagi masyarakat. Masyarakat sebenarnya juga tahu, sampah menyebabkan banjir, pencemaran tanah, dan sebagainya. Tinggal cara untuk mengajak mereka mengelola sampah yang bisa dimulai dari anak-anak usia dini.

Roni Noor Adam
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Airlangga
roninooradam@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved