Citizen Reporter

Yayasan Peduli Kasih Bentuk Pos Istimewa ABK, Layanan Kesehatan dan Konseling Tumbuh Kembang Anak

Yayasan Peduli Kasih Anak Berkebutuhan Khusus (YPKABK) bekerja sama dengan Kecamatan Mulyosari dan Puskesmas Mulyosari.

Yayasan Peduli Kasih Bentuk Pos Istimewa ABK, Layanan Kesehatan dan Konseling Tumbuh Kembang Anak
foto: istimewa
Pos Istimewa sebagai rintisan terbentuknya kecamatan ramah ABK di wilayah Kecamatan Mulyosari, Surabaya. 

YAYASAN Peduli Kasih Anak Berkebutuhan Khusus (YPKABK) bekerja sama dengan Kecamatan Mulyosari dan Puskesmas Mulyosari serta Puskesmas Kalijudan menggelar Pos Istimewa sebagai rintisan terbentuknya kecamatan ramah ABK di wilayah Kecamatan Mulyosari, Surabaya. Pos Istimewa digelar Senin (28/1/2019) sampai dengan Kamis (31/1/2019).

Kegiatan itu dilaksanakan bergilir di enam kelurahan yakni Kejawan Putih Tambak, Manyar Sabrangan, Kalisari, Dukuh Sutorejo, Kalijudan, dan Mulyorejo.

Pos Istimewa itu diisi dengan pelayanan kesehatan oleh tenaga ahli kesehatan dari puskesmas dan dibantu dokter relawan serta pendampingan psikologi.

Fitra Luqman Hidayat, Project Manager YPKABK mengatakan, kegiatan itu sebagai wujud kepedulian terhadap ABK.

Semangat yang diusung adalah no child left behind, artinya setiap lapisan masyarakat dari mulai terkecil yakni keluarga, tetangga, hingga pejabat memiliki peran dan tanggung jawab bersama untuk memastikan ABK terlayani dengan baik dan tercukupi hak dasarnya sebagai anak maupun warga negara.

“Sederhananya, pos istimewa ini adalah posyandu untuk ABK. Di dalamnya, selain ada pelayanan kesehatan dan konseling tumbuh kembang anak, diharapkan nantinya ada pendampingan minat dan bakat untuk menunjang kemandiriannya di masa mendatang,” lanjut Luqman.

Selain itu, kegiatan pos istimewa diharapkan menjadi wahana inklusi, sosialisasi, dan interaksi antara keluarga dengan ABK dan keluarga lain bersama tokoh masyarakat.

Interaksi sangat penting artinya bagi keluarga dengan ABK. Itu harus dilatih karena selama ini orang tua dengan ABK maupun ABK cenderung malu untuk berinteraksi serta menyembunyikan keberadaan ABK.

“Masyarakat pun perlu mengetahui jika di sekitar mereka terdapat ABK. Jadi, mereka tahu apa yang harus dilakukan dan diajarkan kepada anak untuk tidak melakukan perundungan terhadap ABK, misalnya,” sambungnya.

Kegiatan itu mendapat sambutan yang baik dari masyarakat dan tokoh masyarakat. Di Kelurahan Kejawan Putih Tambak sebagai kelurahan pertama tempat kegiatan pos istimewa berlangsung peserta hadir berjumlah 11 ABK beserta orang tuanya, beberapa lembaga, PKK, lurah beserta staf, dan pengurus RT-RW.

Lurah Kejawan Putih Tambak mengatakan, mereka sangat mendukung kegiatan pos istimewa dan terbuka bagi kelanjutan program ini pada kesempatan lainnya.

Setelah dibuka Sawitri Retno Hadiati, Ketua YPKABK, acara dilanjutkan dengan balet oleh Anggun, ABK binaan YPKABK. Pertunjukan itu sebagai bukti dan penyemangat bagi ABK lain. Mereka mampu dan bisa karena sesuai dengan tagline YPKABK: Aku, Kamu, #kitasama.

Farida Nur Rahmah
Pegiat Peduli ABK
Yayasan Peduli Kasih Anak Berkebutuhan Khusus
ypedulikasihabk@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved