Pembiayaan MTF Sistem Syariah Bekerjasama Dengan BSM Oto Tumbuh 800 Persen

PT Mandiri Tunas Finance (MTF) wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara di tahun 2018 mencatatkan pertumbuhan hingga 800 persen

Pembiayaan MTF Sistem Syariah Bekerjasama Dengan BSM Oto Tumbuh 800 Persen
surabaya.tribunnews.com/sri handi lestari
Direktur Utama MTF, Arya Supriyadi (kiri) bersama Mardi Fahmi, Regional Manager Regional VII Jatim, Bali, Nusa Tenggara MTF saat di Surabaya, Jumat (1/3/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Mandiri Tunas Finance (MTF) di wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara di tahun 2018 ini mencatatkan pertumbuhan hingga 800 persen untuk pembiayaan dengan sistem syariah. Sistem ini bekerjasama dengan Bank Syariah Mandiri (BSM) Oto, yang baru dimulai sejak November 2017. 

"Karena baru mulai di November 2017, pertumbuhannya di tahun 2018 cukup berlipat-lipat. Dari dua bulan terakhir 2017, pembiayaan syariah bersama BSM Oto hanya Rp 41 miliar, sementara sepanjang g 2018 bisa mencapai Rp 241 miliar," jelas Mardi Fahmi, Regional Manager Regional VII Jatim, Bali, Nusa Tenggara, PT MTF, di sela kegiatan penyambutan tim roadshow MTF di 10 cabang di Jawa, Jumat (1/3/2019) di Surabaya.

Selanjutnya di tahun 2019 ini, pihaknya ditargetkan tumbuh hampir dua kali lipat mencapai Rp 480 miliar.

Mardi mengakui potensi yang besar ada di pasar pembiayaan dengan sistem syariah. Pihaknya juga optimis akan mencapai target, mengingat hingga Februari 2019 sudah membukukan nilai Rp 17 miliar.

"Tidak hanya itu, kerjasama kami dengan BSM Oto yang secara perbankan BSM sudah banyak memiliki cabang dan nasabah yang cukup besar," tambah Mardi, yang juga mendampingi Direktur Utama MTF, Arya Supriyadi.

Sementara kinerja MTF secara overview di wilayah Jatim, Bali, Nusra di tahun 2018 mencapai pertumbuhan 17,8 persen dari penyaluran tahun 2017. Yaitu Rp 2,8 triliun. Selanjutnya di tahun 2019 ditargetkan bisa menyalurkan pembiayaan mencapai Rp 3,4 triliun, atau tumbuh 22 persen.

Saat ini produk yang ditawarkan MTF tidak hanya pembiayaan otomotif saja. Tapi juga pembiayaan multiguna dengan memanfaatkan nasabah lama dan nasabah baru.

"Kami terus melakukan banyak kerjasama dengan dieler untuk menarik konsumen baru. Hal ini untuk pembiayaan kepemilikan kendaraan bermotor baru. Kemudian untuk multi guna kami sasar nasabah lama dengan produk seperti cash aja, yang berupa pinjaman dengan jaminan BPKB. Dana pinjaman bisa dimanfaatkan untuk apa saja," jelas Arya Supriyadi, Dirut MTF yang hadir di Surabaya dalam rangka roadshow 10 kota, sebagai rangkaian perayaan ulang tahun ke 10 MTF.

Tahun 2019, MTF optimis pembiayaan akan tumbuh positif. Hal itu tak lepas dari banyaknya pembangunan infrastruktur yang bisa menjadi pendorong orang membeli kendaraan.

Menurut Arya, memiliki kendaraan masih diperlukan sebagai bagian dari mobilisasi orang dari satu tempat ke empat lainnya. "Itu yang pertama. Kedua, sebagai transportasi angkutan barang. Terutama di daerah-daerah," jelas Arya.

Hal itu dilihat selama perjalanan roadshow tim MTF yang dipimpin Arya dari Jakarta ke Surabaya yang digelar sejak Senin (25/2/2019) lalu. Melewati jalur tol trans Jawa, tim melakukan kunjungan di 10 kantor cabang, sepanjang jalur tersebut. Yaitu di Kerawang, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang, Solo, Madiun, Ngawi, Mojokerto dan Surabaya.

"Di daerah dengan adanya tol, kemudian dana desa yang membuat dana di daerah memiliki potensi mendorong pembangunan dan pendapatan masyarakat daerah, juga menjadi pendorong peningkatan pembelian otomotif," ungkap Arya.

Customer atau konsumen MTF saat ini yang potensial sekitar 300.000. Per bulan rata-rata customer yang dilayani mencapai 9.000 hingga 10.000 secara nasional.

Tahun 2019, secara nasional MTF mentargetkan penyaluran sebesar Rp 29 triliun.

Tags
BSM oto
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved