Sidang Perdana, Bupati Malang Rendra Kresna Memilih Tak Mengajukan Eksepsi

Bupati Malang nonaktif, Rendra Kresna menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Surabaya di Sidoarjo. Saat itu dia tak ajukan eksepsi.

Sidang Perdana, Bupati Malang Rendra Kresna Memilih Tak Mengajukan Eksepsi
tribun jatim/kukuh kurniawan
Bupati Malang nonaktif, Rendra Kresna Saat Tersenyum Kepada Awak Media di Pengadilan Tipikor Surabaya di Sidoarjo, Kamis (28/02/2019). 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan.

SURYA.co.id | SIDOARJO - Bupati Malang nonaktif, Rendra Kresna menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Surabaya di Sidoarjo, Kamis (28/02/2019).

Persidangan diketuai oleh Agus Hamzah, S.H, M.H.

Sedangkan JPU (Jaksa Penuntut Umum) KPK adalah diwakili Joko Hermawan.

Dalam persidangan tersebut, Rendra Kresna didakwa menerima uang sebesar Rp. 7,5 miliar dari Ali Murtopo dan Ubaidillah. Uang tersebut diberikan sebagai fee karena Rendra Kresna telah memberikan sejumlah proyek Dinas Pendidikan Kabupaten Malang tahun 2011 dan 2013.

"Oleh karena itu perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 12 huruf b UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) Ke 1 KUHP juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP,"jelas Joko saat membacakan pasal dakwaan kepada terdakwa.

Setelah mendengarkan dakwaan, hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk berunding dengan kuasa hukumnya.

Usai berunding, Rendra dan kuasa hukumnya tidak mengajukan keberatan (eksepsi) dan menerima semua dakwaan dari JPU KPK.

"Oleh karena terdakwa tidak mengajukan keberatan, maka persidangan hari ini selesai. Dan akan dilanjutkan dua minggu lagi yaitu pada tanggal 14 Maret 2019 dengan agenda mendengarkan keterangan saksi," ujar Ketua Hakim Agus.

Sementara itu, kuasa hukum yang mendampingi Rendra Kresna, Imam Musclich menyebutkan alasan dia dan kliennya tak mengajukan eksepsi

"Kita menghormati proses hukum. Dan sesuai dengan permintaan klien kita. Kita taat hukum jadi tak mengajukan eksepsi," ujar Imam.

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved