Produsen Minuman Cokelat Buka Peluang Usaha Masyarakat Sekitar Lewat Modal Gratis Jualan Produk

CV Multi Pangan Mandiri (MPM) yang memproduksi minuman ready to drink berbahan dasar bubuk cokelat dengan brand Nyomod menggandeng masyarakat.

Produsen Minuman Cokelat Buka Peluang Usaha Masyarakat Sekitar Lewat Modal Gratis Jualan Produk
surabaya.tribunnews.com/sri handi lestari
Hary Yauwhannes (ketiga dari kiri), perwakilan CV Multi Pangan Mandiri (MPM), bersama perwakilan Muspika Kecamatan Genteng saat sosialisasi pemberian modal kerja gratis produk minuman cokelat ready to drink, Nyomod di Surabaya, Rabu (27/2/2019) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pasar minuman ready to drink dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan. Baik peningkatan pasar maupun volume konsumsi dan produksi. 

Hal itulah yang menjadi dasar CV Multi Pangan Mandiri (MPM) yang memproduksi minuman ready to drink berbahan dasar bubuk cokelat dengan brand Nyomod untuk menggandeng masyarakat. 

"Nyomod merupakan produk minuman ready to drink, kependekan dari Nyoklat Modern, di mana kami menggandeng masyakarat dalam pemasarannya," kata Hary Yauwhannes dari perwakilan CV Multi Pangan Mandiri (MPM), Rabu (27/2/2019).

Cara mengandeng perusahaan yang menjadi salah satu bagian dari usaha PT Multi Aneka Pangan Nusantara, tersebut adalah dengan mengajak masyarakat sekitar untuk memasarkan secara gratis.

"Kami hanya memiliki niat untuk mengangkat perekonomian masyarakat dengan edukasi usaha bermodal gratis. Seperti ibarat, kami tidak menyuguhkan ikan, melainkan kail yang kami berikan,” jelas Hary.

Menurutnya, modal gratis yang disuguhkan untuk membuka peluang usaha sehat dan mandiri ini, sekaligus sebagai dukungan terhadap program pemerintah untuk mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia dan Jawa Timur pada khususnya.

Alasannya, beberapa tahun belakangan ini jumlah populasi penduduk yang berusia produktif semakin bertambah, apabila dibandingkan dengan jumlah lapangan kerja yang ada di Indonesia.

“Modal yang diberikan yaitu produk minuman coklat merk Nyomod dan peralatannya sebesar 50 -100 botol dengan harga jual di pasar senilai Rp.5000 -7.000 per botol. Syaratnya, cukup dengan SKTM atau KTP untuk proses survei. Silakan menghubungi 081221761981,” jelas Hary di sela pemberian modal gratis dengan pemberian kemasan botol berisi minuman cokelat Nyomod yang disaksikan jajaran Muspika Kecamatan Genteng selaku pembina harian UMKM wilayah setempat.

Produk Nyomod dengan tiga varian rasa, sudah beredar di 45 kota dan kabupaten di Jawa Timur. Produk cokelat dipilih karena salah satu produksi konsumsi yang banyak digemari selain kopi dan teh. Ditambahkan, cokelat yang digunakan merupakan pilihan berkualitas tinggi yang diproduksi secara higienis dan bebas bahan pengawet serta kimia.

“Program ini ditujukan kepada masyarakat umum dengan persyaratan yang mudah, salah satunya dengan membawa Surat Keterangan Tidak Mampu saat mendaftar. Setelah proses survey dari CV MPM selanjutnya produk dan peralatan pengolahan akan dikirimkan kepada peserta program, dibarengi dengan pelatihan pengolahan dan strategi penjualan dari staff CV MPM,” jelas Hary.

Filosofi kail dan ikan menjadi poin penting dalam upaya memberdayakan ekonomi kerakyatan di masa kini. Terlebih lagi, bagi masyarakat yang memiliki kemauan dan keinginan untuk berwirausaha, namun terbentur modal.

Jika berkaca dari siklus perekonomian Jawa Timur berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Tahun 2018 mencapai Rp 2.189,78 triliun dan atas dasar harga konstan pada 2010 mencapai Rp 1.563,76 triliun.

Ekonomi Jawa Timur tahun 2018 ( c-to-c) tumbuh 5,50 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertiggi terjadi pada Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 7,63 persen, diikut Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 7,61 persen.

Sementara dari sisi pengeluaran terutama didorong oleh Pengeluaran Konsumsi LNPRT yang tumbuh 6,57 persen dan Pembentukan Modal Tetap Bruto yang tumbuh sebesar 6,08 persen.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved