Ekonomi Bisnis

Mendag Enggartiasto Lukito Sebut Tahun Politik Tak Jadi Kendala Perdagangan Indonesia, Ini Alasannya

Tahun politik dianggap tak menjadi kendala ataupun ancaman yang berdampak negatif terhadap kinerja ekonomi Indonesia

Mendag Enggartiasto Lukito Sebut Tahun Politik Tak Jadi Kendala Perdagangan Indonesia, Ini Alasannya
surya/sugiharto
Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita menyampaikan materinya pada seminar yang digelar Aprindo di Spazio Surabaya, Selasa (26/2/2019). Dalam sambutannya Mendag menyampaikan sejumlah program yang seudah dan akan digarap ke depan untuk mendongkrak perekonomian Indonesia. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Perhelatan politik di tahun 2019 ini dianggap tak menjadi kendala ataupun ancaman yang berdampak negatif terhadap kinerja ekonomi Indonesia, terutama di sektor perdagangan. Hal itu tak lepas dari sisi fundamental ekonomi Indonesia yang sangat baik.

"Tahun 2019 adalah tahun politik, pesta demokrasi, maka tentu suasananya lebih gembira. Beberapa oknum melancarkan kekhawatiran yang berlebihan itu adalah tidak sehat di era demokrasi. Karena fundamental ekonomi kita saat ini sangat baik," kata Enggartiasto Lukito, Menteri Perdagangan RI saat tampil Bincang Bisnis dengan tema Optimisme Perdagangan dan Ekonomi 2019 yang digelar Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) di Spazio Hall Surabaya, Selasa (26/2/2019) petang.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada semua pebisnis untuk tetap melakukan bisnisnya. Selanjutnya perlu apa, kasih tahu pemerintah.

"Kasih tahu kami, akan kami bantu, akan kami layani. Karena pemerintah adalah pelayan masyarakat,” lanjut Enggartiasto, di hadapan ratusan pengusaha ritel di Surabaya dan sekitarnya.

Enggartiasto menyebutkan pada 2018, kinerja perdagangan Indonesia memang tengah diuji.

Kondisi ini ditengarai akibat melemahnya ekonomi global yang disebabkan oleh dua kebijakan, yaitu Brexit dan perang dagang antara Amerika dengan Tiongkok atau China.

“Pada 2018, kita merasakan pelemahan ekonomi dunia, daya beli negara lain terhadap produk melemah. Hal ini juga dirasakan oleh Indonesia," jelasnya.

Pada 2017, ekspor Indonesia mencapai 168,73 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau meningkat 16,22 persen dibanding tahun 2016.

Sementara pada 2018, nilai ekspor Indonesia mencapai 180,06 miliar dolar AS atau hanya meningkat 6,65 persen dibanding periode yang sama tahun 2017.

"Artinya ada perlambatan pertumbuhan,” ujar Enggartiasto.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved