Citizen Reporter

Pengalaman 20 Mahasiswa Universitas Airlangga Ikuti Student Exchange and Staff Mobility di Malaysia

Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga mengirim 10 mahasiswa Fisika dan 10 mahasiswa Matematika mulai 28 Januari 2019.

Pengalaman 20 Mahasiswa Universitas Airlangga Ikuti Student Exchange and Staff Mobility di Malaysia
foto: istimewa
Sebanyak 30 mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi terdiri 10 mahasiswa fisika dan 10 mahasiswa Matematika selama seminggu mulai 28 Januari 2019 mengikuti Student Exchange and Staff Mobility di Malaysia. 

WORLD CLASS UNIVERSITY merupakan misi yang sering digaungkan Kemenristekdikti. Dengan tujuan untuk menjadikan universitas di negeri ini masuk ke jajaran universitas berkelas skala dunia.

Ada beberapa universitas di Indonesia yang telah diberi beban amanah untuk meraih prediket itu. Salah satunya adalah Universitas Airlangga. Salah satu parameter tercapainya tujuan itu adalah dengan memperbanyak jaringan internasional.

Itu mulai dari jumlah publikasi di jurnal internasional sampai kiprah mahasiswa maupun civitas akademikanya dalam percaturan global.

Untuk mendorong peran mahasiswanya, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga mengirim 10 mahasiswa Fisika dan 10 mahasiswa Matematika selama seminggu, pada 28 Januari 2019 sampai dengan 3 Februari 2019 ke Malaysia. Even itu bernama Student Exchange and Staff Mobility di University of Malaya, Kuala Lumpur.

Itu dilakukan untuk mempererat kerja sama antaruniversitas. University of Malaya telah terlebih dulu menyandang World Class University dengan menempati urutan ke-87 di dunia, urutan ke-19 di benua Asia, urutan ke-3 di Asia Tenggara, dan nomor satu di Malaysia.

Melihat reputasi yang begitu mengagumkan dari University of Malaya membuat para peserta memanen pengalaman di negeri Jiran. Kegiatan dilaksanakan di dua tempat, yaitu Institut Sains Matematik dan Jabatan Fizik.

Semua mengunjungi pusat riset LDMC (Low Dimensional Material Centre (LDMC), Centre of Ionics Universiti Malaya (CIUM), hingga mendengarkan kuliah umum dari Shiv, direktur perusahaan Cenozai yang bergerak di bidang pengembangan machine learning berbasis Artificial Intelligent.

Ia mengatakan, di tengah arus disrupsi revolusi industri 4.0, manusia memiliki peluang kalah melawan mesin. Akan tetapi, ada satu hal yang membuat manusia selalu menang, yakni pengambilan keputusan yang berdasar hati nurani.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi beberapa ikon Kuala Lumpur, seperti KLCC, RTM Angkasapuri, Dataran Merdeka, sampai berkunjung ke pusat pemerintahan Malaysia di Putrajaya. Even itu ditutup dengan persembahan kebudayaan dari mahasiswa Universitas Airlangga.

Mereka menampilkan tarian Maumere Gemu Famire, yang menarik perhatian penonton.

“Ada banyak pengalaman yang saya dapat, apalagi ini adalah kali pertama saya ke Kuala Lumpur. Saya merasa beruntung dapat mengikuti program ini,” ucap Samuel, delegasi mahasiswa Fisika UniversitasAirlangga asal Flores.

Moh Wahyu Syafi’ul Mubarok
Mahasiswa Fisika
Universitas Airlangga
wahyusyafiul@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved