Liputan Khusus

Turunkan Angka Stunting, Ini yang Dilakukan Pemprov Jatim

Ada tiga program yang tengah digalakkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menurunkan angka stunting.

Turunkan Angka Stunting, Ini yang Dilakukan Pemprov Jatim
surya.co.id/aflahul abidin
Kegiatan penimbangan bayi di Posyandu Kecubung, Desa Duko Tambin, Kecamatan Tragah, Bangkalan, Jumat (22/2/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Saat ini setidaknya ada tiga program yang tengah digalakkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menurunkan angka stunting.

Harus ada perhatian khusus karena Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan, 11 dari 100 kabupaten/kota lokus stunting ada di Jatim.

Sebelas daerah itu meliputi Sampang, Pamekasan, Bangkalan, Sumenep, Probolinggo, Jember, Lumajang, Bondowoso, Nganjuk, Lamongan, dan Kabupaten Malang.

Data Dinas Kesehatan Jatim menunjukkan, ada tambahan satu daerah pada 2019, yakni Kediri.

Kepala Dinkes Jatim Kohar Hari Santoso mengatakan, ada tiga program utama untuk menurunkan angka stunting.

Pertama, yakni pemberian tablet penambah darah untuk ramaja puteri usia 12-18 tahun.

Ini penting untuk memastikan para calon ibu sehat sejak dini.

Sehingga saat menikah, anak mereka akan terhindar dari stunting.

“Gizi seorang ibu hamil harus bagus mulai remaja. Salah satu yang diukur kadar Hb (Hemoglobin) cukup,” kata Kohar, pekan lalu.

Program ini sudah berjalan di beberapa daerah. Banyak di antaranya dimulai pada 018.

Halaman
123
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved