Citizen Reporter

Mau Ngopi Bernuansa Bukit? Bukit Watu Tumpeng (BWT) Jawabnya!

BWT didirikan 30 Agustus 2017. Tidak butuh waktu lama, kedai kopi itu semakin nge-hits di kalangan anak muda di daerah Prigen dan sekitarnya.

Mau Ngopi Bernuansa Bukit? Bukit Watu Tumpeng (BWT) Jawabnya!
foto: istimewa
Bukit Watu Tumpeng (BWT) berlokasi di Jalan Pecalukan (Watu Tumpeng), Prigen, Kabupaten Pasuruan. 

DI ERA sekarang kedai kopi telah menjamur. Mereka menambahkan konsep desain yang bervariasi untuk menciptakan kenyamanan bagi para pengunjungnya. Itu membuat para pengunjung yang datang tak hanya menikmati kopi tetapi juga menikmati suasana yang ada di sekitarnya.

Bukit Watu Tumpeng (BWT) berlokasi di Jalan Pecalukan (Watu Tumpeng), Prigen, Kabupaten Pasuruan.

BWT didirikan 30 Agustus 2017. Tidak butuh waktu lama, kedai kopi itu semakin nge-hits di kalangan anak muda di daerah Prigen dan sekitarnya.

Nur Mukhidin (45), pemilik kedai kopi BWT terinspirasi membuat kedai itu dari kedai kopi di Texas. Itu sebabnya, ia lebih banyak menggunakan properti kayu serta berbaur dengan alam di sekitarnya.

“Saya tidak ingin membuat kedai kopi yang sekadar mengandalkan kopi sachet, tetapi ingin mengolah kopi itu dengan membeli langsung dari petani kopi di Nusantara,” ujar Nur beberapa waktu lalu.

Konsep yang dimunculkan memang benar-benar terasa. Terlebih lagi dengan menu yang dihadirkan yaitu, menu kopi Nusantara dan kopi ciptaan pemilik kedai.

Salah satunya adalah Kopi Jancok yang merupakan perpaduan dari kopi Aceh, Papua, Flores, Bali, dan Medan.

Keistimewaan kedai itu adalah secara tidak langsung melestarikan dan memperkenalkan kopi Nusantara di kalangan pemuda, serta membantu perkonomian petani kopi.

Sang pemilik juga sengaja memilih lokasi di atas bukit, supaya tidak tercampur dengan suasana di pinggir jalan yang terkesan panas dan padat.

Kedai Kopi BWT dibuka setiap hari mulai pukul 09.00–24.00. Tak perlu khawatir mahal untuk bisa menikmati secangkir kopi Nusantara. Cukup merogoh kocek Rp 10.000–Rp 25.000 kopi tersaji. Ada juga menu makanan dan camilan yang dibanderol Rp 5.000–Rp 20.000.

Setidaknya dalam sehari sekitar 500 pengunjung yang datang bahkan lebih ketika hari libur. Sang pemilik tidak membatasi kalangan pengunjungnya. Yang datang mulai dari pelajar hingga mahasiswa dan keluarga.

Valentine Mellityastiti
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
valentine.mellitys2@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved