Liputan Khusus

Anak Kurang Grizi Kronis Menyebar di 12 Kabupaten/Kota di Jawa Timur

Catatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, jumlah lokus stunting bertambah jadi 12 kabupaten/kota pada 2019.

Anak Kurang Grizi Kronis Menyebar di 12 Kabupaten/Kota di Jawa Timur
pixabay
Ilustrasi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Data Riset Kesahatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan, 11 dari 100 kabupaten/kota di Jatim masuk dalam lokus stunting.

Menurut catatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, jumlah lokus stunting bertambah jadi 12 kabupaten/kota pada 2019.

Kabupaten Bangkalan dianggap salah satu daerah yang penurunan lokus stantingnya rendah.

Pun dengan beberapa daerah lain, seperti Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Jember.

Data yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan menunjukkan, proporsi status gizi sangat pendek dan pendek pada balita di Bangkalan masih di atas 40 persen.

Hanya turun sedikit dari data yang sama 5 tahun sebelumnya.

Kondisi penurunan yang kecil juga terjadi di Pamekasan.

Sementara di Sampang, angka tersebut justru naik dari kisaran 40 persen pada 2014 menjadi mendekati 50 persen pada 2018.

Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan Suhdi mengatakan, faktor utama sulitnya penurunan stunting di daerahnya adalah lokal spesifik. Ini terutama budaya daerah.

Kultur yang dipercayai masyarakat sangat mempengaruhi munculnya balita stunting.

Halaman
123
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved