Release

Tim Honda DBL All-Star Dilatih untuk Menjadi 'Kobe Bryant'

Hari ketiga berada di Los Angeles, Amerika Serikat, tim Honda DBL Indonesia All-Star kembali mendapat pelajaran yang sangat mahal.

Tim Honda DBL All-Star Dilatih untuk Menjadi 'Kobe Bryant'
ist
KESEMPATAN LANGKA : Tim Honda DBL Indonesia All-star 2018 berkesempatan untuk berlatih bersama AJ Moye, Dee Pinkard, dan Hannah Ascencig di Mamba Sport Academy, Sabtu (23/2/20019) 

SURYA.co.id - Hari ketiga berada di Los Angeles, Amerika Serikat, tim Honda DBL Indonesia All-Star kembali mendapat pelajaran yang sangat mahal. Mereka mendapatkannya saat berlatih di Mamba Sports Academy (MSA) di kawasan Thousand Oaks, kemarin (22/2, waktu Los Angeles).

Pelatihan di MSA ini memiliki karakter yang berbeda dibandingkan dengan pelatihan dari James Hunt. Bersama James Hunt, tim All-Star dipaksa untuk memperbaiki detail gerakan fundamental. Nah, di MSA, para trainer melatih tim para bintang ini untuk menggunakan fundamental basket di dalam berbagai skenario permainan. Terutama dalam hal finishing.

Adalah Dee Pinkard, AJ Moye, Jonathan Davis, dan Hannah Ascencig yang menjadi trainer dalam pelatihan Honda DBL Indonesia All-Star di MSA. Mereka berempat memiliki jam terbang yang tinggi dalam karir kepelatihan basket (basketball trainer). Dee dan AJ bahkan juga menjadi trainer tim Honda DBL Indoensia All-Star tahun sebelumnya.

Di sesi pertama latihan, dua lapangan basket yang terletak bersebelahan dijadikan 4 pos latihan. Tiap lapangan dibagi menjadi dua stations. Begitu pula dengan timnya. Masing-masing tim (putra dan putri) dibagi menjadi dua. Keempat pelatih Honda DBL Indonesia All-Star juga dibagi untuk membantu di setiap pos.

Di pos pertama, materinya adalah pemantapan ball handling. Dan di pos kedua, materinya adalah dribbling. Di lapangan kedua, materinya berkutat pada penyelesaian serangan. Yaitu pos post up finishing dan pos shooting finishing.

Keempat pos mungkin terlihat santai. Seluruh materi yang diberikan adalah kemampuan dasar pebasket. Namun, bukan berarti apa yang diberikan kepada para All-Star tidak sebanding dengan nama besar MSA itu sendiri. Justru sebaliknya.

Sebagai akademi olahraga, para trainer MSA tahu benar bagaimana membuat para atlet binaannya dapat menyerap maksimal semua ilmu yang diberikan dalam sesi latihan.

Meski tidak ada teriakan dan sempritan peluit, seperti saat latihan bersama James Hunt sehari sebelumnya, latihan tetap berada pada koridor pakem MSA: menumbuhkan ‘Mamba Mentality’ pada setiap atlet.

Nilai tersebut memang diadaptasi dari pemiliknya, Kobe Bryant, legenda NBA dari klub Los Angeles Lakers. Mereka ingin tim All-Star memiliki mental seperti Kobe: selalu mengejar potensi terbaik melalui kerja keras, keputusan cerdas, dan tidak pernah beralasan.

Maka, dalam latihan tersebut, seluruh pelatih mengawasi dengan saksama gerak tubuh setiap pemain. Bagaimana kaki mereka bergerak lalu berhenti, posisi kaki saat menapak, ayunan tangan kala membawa bola, busungan dada, pegangan pada bola, hingga arah tatapan mata pemain.

Halaman
12
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved