Berita Sidoarjo

Menengok Usaha Pembuatan Miniatur Truk di Sidoarjo, Paling Mahal Dijual Rp 30 Juta

miniatur truk yang terbuat sepenuhnya dari resin fiber itu dijualnya dengan harga yang beragam. Mulai dari Rp 200 ribu hingga paling mahal Rp 30 juta

Menengok Usaha Pembuatan Miniatur Truk di Sidoarjo, Paling Mahal Dijual Rp 30 Juta
TRIBUNJATIM.COM/Kukuh Kurniawan
Warga Sidoarjo, Mochamad Rizal, saat mengecat miniatur truk yang dibuatnya, Sabtu (23/02/2019). 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Suara mesin kompresor kecil dan banyaknya miniatur truk menjadi pemandangan yang ditemui TribunJatim.com (grup surya.co.id) ketika datang ke rumahnya di Perum Grand City Park, Sukodono, Sidoarjo.

"Maaf, agak berantakan. Lagi menyelesaikan pesanan 100 miniatur truk tangki avtur. Ini saja baru selesai 30 unit," kata M Rizal, Sabtu (23/02/2019).

Ia terpaksa melembur untuk menyelesaikan pesanan miniatur truk tersebut. Apalagi hanya dirinya saja yang mengerjakannya.

"Dulu pernah ada pegawainya. Tapi hanya tahan satu minggu saja akhirnya keluar. Memang kalau membikin miniatur seperti ini harus ekstra sabar karena sepenuhnya buatan tangan baik mencetak maupun pewarnaan. Apalagi ini skala nya lumayan kecil 1 : 87 atau HO," jelas Rizal.

Dirinya menuturkan awal mula ia membuka usaha miniatur kendaraan tersebut.

"Awalnya dari hobi bikin diorama kereta api, kalau enggak salah tahun 2008 tapi saat itu saya masih kerja di  PNPM Mandiri. Baru tahun 2013 akhirnya fokus menekuni usaha ini," imbuhnya.

Dan saat ini dirinya lebih serius menekuni miniatur truk. Disamping banyak peminatnya, juga bentuknya beragam.

Ia pun juga menjelaskan miniatur truk yang terbuat sepenuhnya dari resin fiber itu dijualnya dengan harga yang beragam. Mulai dari Rp. 200 ribu hingga paling mahal sekitar Rp. 30 juta.

"Kalau harga sebenarnya relatif. Tergantung permintaan konsumen juga tingkat kesulitannya. Semakin detail maka akan makin mahal," jelas pria kelahiran 44 tahun silam tersebut.

Pria lulusan Universitas 17 Agustus Surabaya jurusan Teknik Arsitektur ini juga kebanjiran pesanan baik dari dalam negeri hingga luar negeri.

Untuk dalam negeri mulai dari Aceh hingga Makassar. Dan luar negeri Jerman serta Brunei.

"Tapi saat ini lebih memilih memenuhi permintaan dalam negeri saja. Kalau luar negeri takut rusak malah nantinya megecewakan konsumen," tandasnya.

Laporan wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan.

Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved