Berita Banyuwangi

826 Orang Ikuti Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja, Paling Banyak Guru

Anas mengatakan menaruh harapan besar kepada para peserta. Mereka diharapkan memiliki komitmen yang tinggi kepada daerah dengan cara meningkatkan

826 Orang Ikuti Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja, Paling Banyak Guru
SURYA.co.id/Haorrahman
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas meninjau langsung pelaksanaan tes seleksi penerimaan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 

SURYA .co.id | BANYUWANGI - Seleksi penerimaan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) atau pekerja kontrak pemerintah dilaksanakan, Sabtu (23/2/2019).

Tes yang diikuti 826 tenaga honorer eks kategori II (K-2) ini dilaksanakan di SMKN I Banyuwangi dan SMAN I Banyuwangi.

Memantau pelaksanaannya, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas meninjau langsung pelaksanaan tes tersebut.

"Semua berjalan lancar tempatnya juga representatif. Tidak ada kendala teknis yang dihadapi peserta," kata Anas.

Pelaksanaan seleksi pekerja kontrak pemerintah ini terbagi di dua lokasi. Sebanyak 609 peserta melangsungkan tes di SMKN 1 dan sisanya di SMAN 1 Banyuwangi.

Usai meninjau, Anas mengatakan menaruh harapan besar kepada para peserta. Mereka diharapkan memiliki komitmen yang tinggi kepada daerah dengan cara meningkatkan kinerjanya.

“Tidak semua daerah melakukan proses rekruitmen lantaran penggajiannya dibebankan kepada masing-masing daerah. Namun, Banyuwangi memutuskan untuk mengadakan pegawai kontrak ini, dan kami sudah anggarkan gajinya. Untuk itu, tidak ada alasan bagi yang diterima untuk tidak meningkatkan performa kerjanya," kata Anas.

Tahun ini, rincian formasi yang dibuka untuk penerimaan PPPK di Banyuwangi adalah tenaga guru 848 orang, tenaga kesehatan 82 orang dan tenaga penyuluh pertanian 52 orang.

Anas lalu menjelaskan mengapa formasi guru diperbanyak, karena profesi pendidik ini akan menjadi kunci daya saing membangun daerah.

"Pendidikan adalah modal untuk membangun masa depan suatu daerah, dan guru turut berperan besar dalam menciptakan kondisi tersebut. Maka wajar bila untuk saat ini kqmi memperbanyak porsi guru ubtuk penerimaan PPPK," kata Anas.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved