Berita Surabaya

Gubernur Khofifah Segera Bentuk Satgas Khusus Pengawasan Limbah B3, Ini Tujuannya

Gubernur Khofifah bakal membuat Satgas Khusus Pengawasan Limbah B3 di Jawa Timur

SURYA.co.id | SURABAYA - Terbongkarnya praktik pembuangan limbah B3 secara ilegal di sejumlah titik di Jawa Timur disikapi tegas oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Gubernur perempuan pertama Jawa Timur itu bakal membuat Satgas khusus Pengawasan Limbah B3 di Jawa Timur.

"Insyaallah saya ini malam akan ajak rapat jajaran Pemprov. Kita akan membuat Satgas," kata Gubernur Khofifah pada Surya, Jumat (22/2/2019).

Arahan membuat Satgas Khusus Pengawasan Pembuangan Limbah B3 ilegal ini sudah ia lakukan sejak tiga hari yang lalu dan kini sedang dilakukan inventarisir tim satgasnya. Gubernur Khofifah tidak ingin hanya satu pihak tertentu yang turun, melainkan juga lintas elemen sehingga pengawasan juga berjalan masif.

"Ini sedang diinventarisir elemen mana saja yang masuk ke tim. Sebab saya inginnya Satgas ini bukan hanya merespon apa yang terpublikasi ke masyarakat (praktik pembuangan limbah B3) saja, tapi juga Satgas ini mampu memberikan rekomendasi strategis jangka pendek, jangka menangah dan jangka panjang untuk penanganan limbah B3," imbuh Khofifah.

Lebih lanjut tim ini akan diisi oleh Dinas Lingkungan Hidup Pemprov, dan sejumlah dinas teknis terkait, lalu juga elemen akademisi dari perguruan tinggi, serta juga NGO.

Harapannya Satgas ini akan mampu menjaga pesatnya industrialisasi di Jawa Timur namun tidak meninggalkan aspek pro-environment, seperti menjaga daya dukung alam dan juga lingkungan tetap aman untuk makhlik hidup di sekitarnya.

Selain membentuk Satgas, Khofifah juga turun langsung dalam memberikan solusi strategis jangka panjang untuk pengolahan limbah B3.

Hari ini, Khofifah dan jajaran juga mengunjungi pusat pengolahan limbah di PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) Cileungsi Bogor dan melihat langsung sistem pengolahan limbah B3 yang dilakukan di sana.

"Kita harus cari solusi strategis jangka panjang. Memang harus ada pengolahan limbah B3 di Jawa Timur," tegasnya.

"Kalau ke Cileungsi, jauh tempatnya, tentu jadi beban biaya tersendiri, maka harus kita cari solusi yang lebih murah, mudah, dan cepat. Maka kita harus sudah menguatkan peran pemprov untuk melayani industri di Jatim, yang di saat yang sama kita juga harus memberikan pelayanan yang aman dan tidak merusak lingkungan," ia melanjutkan.

Dalam kunjungan itu, Khofifah dan jajaran mendapatkan titik terang. Bahwa PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) juga tengah memproses pembangunan pengolahan limbah B3 di Jatim. Tepatnya di Lamongan. Saat ini pendirian PPLI di Lamongan masih menunggu finalisasi amdal.

"Agustus tahun ini targetnya mereka bisa ground breaking dan mulai konstruksi. Kira-kira butuh waktu sepuluh bulan dari Agustus, pengolahan limbah di Lamongan sudah bisa beroperasi," tegas Khofifah.

Lebih lanjut, PPLI yang bakal dibangun di Lamongan itu akan sama persis dengan di Cileungsi.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved