Kilas Balik

Detik-detik Sniper TNI Tatang Koswara Kena Peluru Usai Tembak Komandan Musuh, 'Darah Mengalir Deras'

Sniper andalan TNI, Tatang Koswara, sempat menembak kepala komandan musuh meski kemudian dia harus menanggung akibatnya

Detik-detik Sniper TNI Tatang Koswara Kena Peluru Usai Tembak Komandan Musuh, 'Darah Mengalir Deras'
surya/ds
Detik-detik Sniper TNI Tatang Koswara Kena Peluru Usai Tembak Komandan Musuh 

SURYA.co.id - Sniper andalan TNI, Tatang Koswara, sempat menembak kepala komandan musuh meski kemudian dia harus menanggung akibatnya

Dilansir dari Kompas.com, kejadian ini berawal saat sniper legendaris TNI itu ditugaskan ke jantung pertahanan musuh

Saat ditengah-tengah misi, Tatang Koswara ketahuan dan dikepung oleh sekitar 30 tentara

Dalam pikirannya hanya ada satu bayangan, kematian. Namun, sebelum mati, ia harus membunuh komandannya terlebih dahulu.

"Posisi komandannya sudah saya kunci dari pukul 10.00 WIB. Tapi, saya juga ingin selamat, makanya saya menunggu saat yang tepat. Hingga pukul 17.00 WIB, komandan itu pergi ke bawah dan saya tembak kepalanya," tuturnya.

Buntut Kasus Bidan yang Diperkosa 5 Orang di Ogan Ilir, Seorang Pria Dipaksa Mengaku hingga Masuk RS

Ingat Pria Kemayu Penghina Jokowi yang Viral di Whatsapp (WA) & Medsos? Kini Ditangkap Polisi Lagi

Ilustrasi
Ilustrasi (surya/ds)

VIRAL di WhatsApp (WA) dan IG, Video Pengakuan Suami Belah Perut Istri Hamil Tua Lalu Ambil Bayinya

Detik-detik TNI AL Taklukkan Kapal Pencuri Ikan Paling Dicari di Dunia, Diburu Selama 72 Jam

Sosok 2 Penerbang TNI AU yang Sukses Raih 3.000 Jam Terbang Jet Tempur F-16 Sebelum Letkol Nur Alimi

Namun, ternyata di bawah jumlah pasukan tak kalah banyak. Tatang Koswara dihujani peluru dan terkena dua pantulan peluru yang sebelumnya mengenai pohon.

"Darah mengalir deras hingga sudah sangat lengket. Tapi, saya tidak bergerak karena itu akan memicu lawan menembakkan senjatanya," ucapnya.

Tatang Koswara baru bisa bergerak malam hari. Ia mencoba mengikatkan tali bambu di kakinya dan dengan bantuan gunting kuku, dia mencongkel dua peluru yang bersarang di betisnya.

Namun, darah tak juga berhenti mengalir.

Ia pun melepas syal merah putih tempat menyimpan foto keluarga. Sambil berdoa, dia mengikatkan syal tersebut di kakinya.

Halaman
1234
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Musahadah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved