Berita Malang Raya

Update Dugaan Pencabulan Guru IM pada Siswi SDN Kauman 3 Kota Malang, Ini Kata Praktisi Hukum

Visum et repertum psikiatrikum harus dilakukan untuk melihat kondisi psikologi dari korban pencabulan Guru IM.

Update Dugaan Pencabulan Guru IM pada Siswi SDN Kauman 3 Kota Malang, Ini Kata Praktisi Hukum
surya.co.id/hayu yudha prabowo
Sejumlah elemen masyarakat melakukan konsolidasi menyingkapi kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Guru IM pada siswi SDN Kauman 3 Kota Malang di Warung Wareg, Jalan Candi VI, Kota Malang, Jumat (15/2/2019). 

SURYA.co.id | MALANG - Belum lengkapnya bukti yang kuat dalam penyelidikan kasus dugaan pencabulan yang dilakukan Guru IM pada puluhan siswi SDN Kauman 3 Kota Malang membuat kasus ini belum juga terselesaikan.

Menanggapi hal itu, Praktisi Hukum Universitas Brawijaya (UB), Sri Wahyuningsih menyebut polisi agar segera menyelesaikan kasus ini terutama terkait hasil visum.

Menurutnya, hasil visum yang harus dilakukan kepada korban ialah Visum Et Repertum Psikiatrikum.

"Kalau hanya visum et repertum, akan membuat Polisi kesulitan untuk menemukan bukti yang kuat," ucapnya, Kamis (21/2/2019).

Praktisi hukum yang juga Ketua Woman Crisis Centre itu menyebutkan, visum et repertum psikiatrikum harus dilakukan untuk melihat kondisi psikologi dari korban.

Hal itu dilakukan agar polisi bisa mendalami penyelidikan tentang apa yang telah dirasakan oleh korban.

"Satu kali meraba adalah kejahatan pencabulan. Selama ini banyak dari korban yang mengira itu adalah tindakan kasih sayang yang dilakukan oleh gurunya. Karena korban memang tidak merasakan," ucapnya.

Kata Sri, pelecehan seksual yang dilakukan dengan cara meraba tidak akan menimbulkan bekas apapun pada korban.

Namun, dari aspek psikologis akan menjadikan korban merasa trauma dan korban akan terus teringat pelecehan seksual itu.

"Kekerasan atau pelecehan secara psikologis akan merusak generasi bangsa. Bahkan akan teringat sampai korban meninggal dunia. Untuk itu, kami ingin polisi menguatkan alat bukti yang valid salah satunya terkait visum itu tadi," ujarnya.

Halaman
1234
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved