Berita Surabaya

Bawaslu Jatim Dorong Mahasiswa Laporkan Dosen Bila Kampanye

Bawaslu Jatim mendorong mahasiswa tak ragu-ragu melaporkan dosen yang memanfaatkan jam kuliah di kelas untuk kampanye.

Bawaslu Jatim Dorong Mahasiswa Laporkan Dosen Bila Kampanye
surabaya.tribunnews.com/bobby constantine koloway
Ketua Bawaslu Jatim, M Amin bersama Dr. Agus Hariyanto, M.Kes, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, sepakat mengadakan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Bersama Civitas Akademika dalam Pemilihan Tahun 2019, Kamis (21/2/2019) di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). 

SURYA.co.id|SURABAYA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur mengajak masyarakat untuk proaktif dalam penyelenggaraan pemilu 2019. Bukan hanya menyukseskan pelaksanaan hari H pemungutan suara, Bawaslu juga mengajak masyarakat peduli pengawasan mulai dari sebelum, saat, maupun sesudah pencoblosan.

Di antara kelompok masyarakat yang diajak berpartisipasi tersebut adalah kalangan mahasiswa. Ketua Bawaslu Jatim, M Amin siap menerima segala laporan dari mahasiswa terkait pelanggaran selama pemilu.

Misalnya, adanya oknum yang memanfaatkan lembaga pendidikan untuk kampanye.

"Kalau ada civitas akademik atau dosen yang aktif atau sengaja mengajak mahasiswa untuk memilih salah satu calon, itu adalah pelanggaran. Laporan seperti itu yang kami butuhkan dari teman-teman mahasiswa," kata M Amin di sela acara di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Kamis (21/2/2019).

Oleh karenanya, Bawaslu Jatim lantas mengelar sosialisasi ke kampus-kampus, di antaranya di Unesa. Bertajuk Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Bersama Civitas Akademika dalam Pemilihan Tahun 2019, acara ini diikuti oleh ratusan mahasiswa Unesa.

Pada sambutannya, Amin menyampaikan terima kasih kepada Unesa yang telah menerima pihaknya.

"Sosialisasi pengawasan dilakukan dalam rangka untuk melakukan upaya pencegahan pelanggaran di dalam pemilu," kata Amin pada sambutannya.

Acara ini juga dihadiri perwakilan Unesa, Dr. Agus Hariyanto, M.Kes, sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni,

Sebagai negara yang menganut sistem demokrasi, Amin menjelaskan bahwa gelaran pemilu merupakan kewajiban yang harus dilakukan.

"Kita sadar sampai saat ini berkat founding father kita, kita masih sepakat bahwa Indonesia menganut sistem demokrasi. Dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved