Berita Surabaya

Sejak 2010 Pemkot Surabaya Gagas Urban Farming, Alasan Petani Sumur Welut, Lakarsantri Tanam Cabai

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berusaha mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan melalui program urban farming.

Sejak 2010 Pemkot Surabaya Gagas Urban Farming, Alasan Petani Sumur Welut, Lakarsantri Tanam Cabai
foto: istimewa
Petani Kelurahan Sumur Welut Kecamatan Lakarsantri Surabaya panen cabai. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berusaha mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan melalui program urban farming.

Program yang digagas sejak tahun 2010 itu kini memberdayakan kelompok-kelompok tani yang ada di Surabaya. Salah satunya kelompok tani di wilayah Kelurahan Sumur Welut Kecamatan Lakarsantri Surabaya.

Heri, Ketua Kelompok Tani Sumur Welut Makmur mengatakan setiap tanam cabai, dia mampu menghasilkan panen 14 kali dengan hasil per tanaman mencapai 1 kilogram untuk jenis cabai besar.

Sementara untuk cabai rawit, menghasilkan panen sekitar setengah kilogram per tanaman. Dalam satu hektar tanaman cabai, dia mampu menghasilkan 2,5 kuintal.

“Untuk masa tanam cabai merah, empat hari sekali sudah dipetik. Kalau cabai rawit enam hari sekali, tapi kalau harga (cabai) lagi baik, lima hari sudah dipetik,” katanya.

Untuk mendukung hasil produk pertanian mereka, dalam setiap bulan Pemkot Surabaya  mengadakan kegiatan bertajuk minggu pertanian.

Kegiatan ini sebagai wujud komitmen dalam mengembangkan dan mempromosikan produk pertanian, perikanan dan peternakan di Kota Surabaya.

Acara bulanan itu untuk mempromosikan dan menjual hasil produk-produk pertanian anggotanya.

“Saya sebulan sekali ikut bazar di Balai Kota, saya bawa jagung, kacang ijo, terong, cabe merah, cabe besar itu semuanya habis,” kata Heri.

Ketua RW 03 Kelurahan Sumur Welut Surabaya, Eko Wahyudi menambahkan selama ini jika ada kendala dalam bidang pertanian, Pemkot Surabaya melalui dinas terkait selalu turun memberikan dukungan dan solusi atas permasalahan para petani.

Halaman
12
Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved