Berita Banyuwangi

Pemkab Banyuwangi Dorong Pekerja Nonformal Tercover BPJS Ketenagakerjaan

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus mendukung upaya agar pekerja nonformal mendapatkan perlindungan asuransi lewat BPJS Ketenagakerjaan.

Pemkab Banyuwangi Dorong Pekerja Nonformal Tercover BPJS Ketenagakerjaan
surya.co.id|haorrahman
Bupati Anas bertemu Deputi Direktur Bidang Learning BPJS Ketenagakerjaan, Abdur Rahman Irsyadi, di Kantor Pemkab Banyuwangi, Rabu (20/2/2019). 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Perlindungan asuransi ketenagakerjaan penting untuk dimiliki tidak hanya oleh pekerja formal tapi juga bagi mereka yang bekerja di sektor informal.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus mendukung upaya agar pekerja nonformal mendapatkan perlindungan asuransi lewat BPJS Ketenagakerjaan.

“Pekerja di sektor nonformal jumlahnya sangat banyak, mereka juga memiliki resiko pekerjaan yang sama dengan pekerja formal bahkan mungkin faktor resikonya lebih tinggi seperti  kecelakaan hingga kematian. Maka mereka butuh perlindungan untuk menjamin biaya pengobatan dan lainnya,” kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

Bupati Anas menyatakan hal itu saat bertemu dengan Deputi Direktur Bidang Learning BPJS Ketenagakerjaan, Abdur Rahman Irsyadi, di Kantor Pemkab Banyuwangi, Rabu (20/2/2019).

Pemkab Banyuwangi, kata Anas, selama terus mendorong agar para pekerja nonformal bisa tercover oleh perlindungan asuransi BPJS Ketenagakerjaan. Baik pekerja di sektor pertanian, pariwisata, perdagangan dan nelayan.

Di lingkup Pemkab sendiri, pegawai non-ASN seperti tenaga harian lepas (THL) teknis dan THL Kebersihan telah tercover oleh BPJS Kesehatan.

“Untuk menjangkau sasaran yang luas sosialisasi memang sangat perlu untuk terus dilakukan, karena masih banyak pekerja non formal yang belum mengetahui manfaat dari asuransi ini. Pemkab akan ikut terus mendukung upaya ini,” ujarnya.

Sementara itu Deputi Direktur Bidang Learning Abdurrahman Irsyadi mengatakan, saat ini partisipasi pekerja sektor informal pada asuransi ketenagakerjaan masih terbatas.

Padahal asuransi ini memiliki iuran yang sangat terjangkau yakni sebesar Rp. 16.800 perbulan, dengan manfaat yang banyak.

“Iurannya murah namun pekerja bisa mendapatkan jaminan ada apabila terjadi sesuatu yang tidak dikehendaki,” katanya.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved