Berita SIdoarjo

Patungan Beli Sabu, Penjual Kopi Masuk Bui

Berdalih uang dari jualan kopi tak cukup, pemuda 25 tahun asal Surabay ayang indekos di Sidoarjo memilih jadi penjual narkoba.

Patungan Beli Sabu, Penjual Kopi Masuk Bui
protothema.gr
ilustrasi sabu-sabu 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Pendapatan dari bekerja sebagai penjaga warung kopi dirasa kurang oleh Ricky Yovy Istanto alias Kituk.

Dengan alasan itu, pemuda 25 tahun asal Surabaya yang ngekos di Desa Terung, Kecamatan Krian, Sidoarjo tersebut nekat menjadi pengecer narkoba.

Selain menjadi pengecer, pemuda ini juga doyan mengonsumsi sabu. Bahkan ketika tidak punya uang, dia juga kerap patungan dengan temannya demi mengonsumsi barang haram itu.

Terakhir, dia patungan dengan temannya dan membeli sabu ke seorang pria bernama Yogi seharga Rp 200.000. Kituk tak sadar bahwa dirinya sedang diincar polisi.

Ya, ketika asyik menikmati sabu di tempat kosnya, pemuda ini digrebek polisi. "Ditemukan barang bukti sabu sisa pakai dan sabu yang disimpan bungkus rokok dalam penggerebekan itu," ungkap Kasat Reskoba Polresta Sidoarjo Kompol Sugeng Purwanto.

Kituk langsung digelandang ke Polresta Sidoarjo. Dia sudah diincar karena masuk dalam daftar jaringan pengedar narkoba di kawasan Krian, Sidoarjo.

"Petugas juga masih mengembangkan perkara ini, termasuk mencari pria yang menjual narkoba kepada tersangka ini," lanjut Sugeng.

Dalam pemeriksaan, tersangka Kituk mengaku barang haram yang disimpannya itu dibeli dari seorang pria bernama Yogi. Dan pembelian itu juga bukan kali pertama dilakukannya.

"Beli di kawasan Krian. Itu uang patungan dan mau saya pakai bersama teman saya," dalih tersangka di sela menjalani pemeriksaan petugas.

Tags
sabu-sabu
Penulis: M Taufik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved