Ekonomi Bisnis

Pakuwon Group Targetkan ECC2 Sudah Opening di Februari 2020

ECC2 Pakuwon Group dikonsep menjadi mal lifestyle dengan sekitar 65 persen tenant adalah Food and Baverage (F&B).

Pakuwon Group Targetkan ECC2 Sudah Opening di Februari 2020
surya/sri handi lestari
Leon Tedja (tengah) salah satu owner Pakuwon Group, bersama Tjahjono Haryono (kedua dari kiri), Ketua Apkrindo Jatim dan Sutandi Purnomosidi (ketiga dari kanan), Direktur Marketing Pakuwon Group, saat tenant gathering F&B untuk mal ECC2. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pengembang mal PT Pakuwon Group menggeber pembangunan konstruksi mal East Coast Center (ECC)2 di kawasan Surabaya Timur. Langkah bisnis ini untuk mencapai target penyelesaian pembangunan di semester II tahun ini, kemudian serah terima kepada tenant dan segera operasional.

Direktur Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi, mengatakan opening atau operasional ECC2 ditarget pada Februari 2020.

"Saat ini pembangunan kontruksi sudah siap, sedang proses penyelesaian dan Oktober 2019 ini serah terima ke tenant," jelas Sutandi, disela kegiatan tenant gathering ECC2 Mall, di Surabaya, Senin (18/2/2019).

ECC2 merupakan mal perluasan dari ECC1 yang sudah operasional. Kehadirannya untuk mendukung pasar di daerah itu yang mayoritas adalah hunian yang juga dibangun oleh Pakuwon Group di komplek Pakuwon City.

Namun, selain untuk hunian Pakuwon City, kehadiran mal ECC1 dan ECC2 juga membidik pasar warga di kawasan Surabaya Timur.

"Karena Surabaya Timur ini cukup luas. Tidak lagi terbatas hunian, tapi juga perguruan tinggi, apartemen juga ada, usaha, perkantoran, tempat rekreasi, dan lainnya," ungkap Sutandi.

Apalagi dalam waktu ke depan, akan ada Jalan Lingkar Timur yang melewati komplek Pakuwon City. Hal itu berpotensi untuk meningkatkan pasar.

ECC2 dikonsep menjadi mal lifestyle dengan sekitar 65 persen tenant adalah Food and Baverage (F&B).

Kemudian salon, apotik, dan tenant pendukung lifestyle masa kini.

Dalam kegiatan gathering tenant, Pakuwon menggandeng Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restauran Indonesia (Askrindo) Jawa Timur.

Ketua Askrindo Jatim, Tjahjono Haryono, mengatakan, pihaknya sangat antusias dengan kehadiran ECC2 ini.

"Pertumbuhan tenant F&B tiap tahun rata-rata mencapai 20 persen. Diperhatikan sebagai bagian dari industri kreatif di era saat ini. Sehingga keberadaan mal baru, seperti ECC2 ini menjadi tempat atau lahan yang sangat ditunggu bagi pengusaha F&B," ungkap Tjahjono.

Meski pertumbuhan jumlah tenant cukup besar, daya beli di tahun 2018 lalu menurut Tjahjono mengalami penurunan.

"Tapi kami optimistia 2019 ini akan bergairah lagi. Tahun lalu memang banyak hal yang membuat daya beli turun, tapi masih tetap banyak yang bertransaksi di sektor F&B," jelas Tjahjono.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved