Berita Malang Raya

BPBD Kota Malang Akan Menambah Jumlah Kelurahan Tangguh Bencana

"Kelurahan tangguh bencana ini dibentuk karena letak geografis dan demografis Kota Malang yang rawan terjadi bencana alam," ucap Indra Gita.

BPBD Kota Malang Akan Menambah Jumlah Kelurahan Tangguh Bencana
surabaya.tribunnews.com/rifky edgar
Kepala Seksi Pencegahan Bencana BPBD Kota Malang, Indra Gita 

SURYA.co.id | MALANG - Untuk memperkuat upaya antisipasi bencana alam di Kota Malang, BPBD Kota Malang berencana menambah kelurahan tangguh bencana tahun ini. 

Hal itu disampaikan oleh Kepala Seksi Pencegahan Bencana BPBD Kota Malang, Indra Gita usai menghadiri seminar mitigasi bencana yang digelar Mata Garuda Jawa Timur dan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang (UM),  Sabtu (17/2/2019).

Menurutnya, kini sudah ada 22 kelurahan tangguh bencana dari 57 kelurahan yang ada di Kota Malang.

"Kelurahan tangguh bencana ini dibentuk karena letak geografis dan demografis Kota Malang yang rawan terjadi bencana alam," ucapnya.

Dalam membentuk kelurahan tangguh ini, Indra mengaku, bahwa BPBD Kota Malang telah menganggarkan dana APBD sebanyak Rp 20 Juta untuk setiap kelurahan.

Dana tersebut nantinya akan difungsikan sebagai pelatihan kepada masyarakat soal kebencanaan maupun bala bantuan bagi kelurahan yang terdampak bencana.

"Jadi kelurahan tangguh bencana ini sifatnya bertahap. Harapan kami masyarakat bisa terlibat secara langsung dalam menanggulangi bencana alam," ujarnya.

Bisa Dipelajari dan Diantisipasi, Pakar Dari ITS Minta Gempa Bumi Jangan Dikait-kaitkan Dengan Azab

Upaya untuk menyadarkan masyarakat soal pemahaman tentang bencana dirasa Indra sangat perlu.

Hal itu dilakukan agar masyarakat merasa peduli terhadap lingkungan di wilayah tempat tinggalnya.

"Manajemen bencana saat pra  dan pasca bencana itu harus disosialisasikan kepada masyarakat. kami berharap mereka sadar dan mau terlibat langsung pada saat sebelum terjadi bencana maupun sesudah bencana terjadi," ucapnya.

Tak hanya itu, Indra berharap kelurahan tangguh bencana bisa bekerja sama dengan pihak swasta seperti LSM, komunitas-komunitas peduli dan kemanusiaan, maupun tim SAR.

Tujuannya ialah agar mereka dapat membina langsung turun ke lapangan dan langsung melakukan simulasi bencana kepada masayarakat

"Insting atau naluri kebencanaan masyarakat harus terlatih. Untuk itu kami mengharapkan bantuan dari pihak swasta agar mereka dapar membentuk masyarakat yang tangguh," paparnya.

Dengan adanya kelurahan tangguh bencana ini, BPBD berharap nantinya akan muncul relawan-relawan dari warga sekitar.

"Nanti setelah program ini berjalan akan ada masyarakat yang bisa membuat peta analisa bencana di wilayah tempat tinggalnya. Kemudian ada yang membuat peta jalur evakuasi. Hal itu akan terbentuk sendiri dengan adanya pelatihan dan pendampingan yang harus rutin dilakukan untuk mengantisipasi bencana alam yang terjadi," tandasnya.

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved