Berita Malang Raya

Bisa Dipelajari dan Diantisipasi, Pakar Dari ITS Minta Gempa Bumi Jangan Dikait-kaitkan Dengan Azab

Pakar Geosains ITS, Amien Widodo menegaskan bahwa bencana alam dapat dipelajari dan diantisipasi. Makanya, jangan dianggap sebagai azab.

Bisa Dipelajari dan Diantisipasi, Pakar Dari ITS Minta Gempa Bumi Jangan Dikait-kaitkan Dengan Azab
ist
Amien Widodo saat memberikan pemaparan mengenai potensi bencana alam di Jawa Timur dalam seminar mitigasi bencana yang digelar Mata Garuda Jawa Timur dan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang, Minggu (17/2/2019). 

SURYA.co.id | MALANG - Pakar Geosains Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS), Amien Widodo menyebut bahwa, wilayah Malang Raya termasuk sebagai wilayah yang rawan gempa bumi dan bencana alam. Penyebabnya, wilayah Malang Raya dikelilingi oleh Gunung berapi aktif.

Menurutnya, salah satu penyebab terjadinya gempa bumi ialah bergeraknya magma yang berada di bawah lempeng bumi.

"Tidak ada gempa tidak akan ada kehidupan. Pergerakan lempeng akan memicu aktifnya gunung berapi. Karena magma bumi ini harus terus bergerak agar bumi ini ada perlindungan gelombang elektromagnetik untuk menahan kita semua dari gelombang radiasi matahari," kata Amien setelah menjadi narasumber dalam seminar Mitigasi Bencana yang digelar Mata Garuda Jawa Timur dan Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Malang, Minggu (17/2/2019).

Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik akan bencana yang akan datang.

Mantan Kepala Pusat Studi Kebumian dan Iklim (ITS) itu juga menyebut bahwa bencana alam merupakan bagian dari dinamika kejadian alam dan sudah terjadi sebelum manusia ada.

"Gempa yang saya pelajari ini beda dengan yang ada di kitab suci. Tanggapan bahwa gempa adalah azab itu adalah hal yang keliru. Gempa bumi ini murni proses alam," ujarnya.

Dari data yang Amien himpun, sejak tahun 1800 wilayah Jawa Timur sudah rawan akan potensi gempa bumi.

Untuk di wilayah Malang Raya sendiri, Amien mencatat gempa besar pernah terjadi di Malang Selatan pada tahun 1967 dan tahun 2003.

"Dari catatan kami, dua kali gempa besar terjadi di wilayah Malang khususnya Malang Selatan. Seperti pada tahun 2003 lalu, gempa 6,5 skala ritcher mengguncang Malang Selatan hingga membuat rumah-rumah di daerah Dampit sempat roboh," ucapnya.

Untuk itu dalam menyikapi kasus bencana yang rawan terjadi, Amien ingin kerjasama kepada semua pihak untuk membangun literasi kebencanaan agar semua orang menjadi sadar.

Dengan hal itu, masyarakat bisa mengantisipasi sejak dini potensi bencana dan bisa lebih waspada.

"Potensi munculnya gempa bumi itu tidak ada yang tahu, bisa sewaktu-waktu gempa itu datang. Jadi kalau ada orang itu baru ada bencana, kalau tidak ada orang, gunung meletus, gempa bumi ya tidak ada masalah, karena itu siklus," tandasnya.

Mata Garuda LPDP Bangun Posko di Lokasi Gempa Palu dan Donggala

Lewat Massive Action, Mata Garuda Madura Angkat Moral Generasi Emas Pulau Garam

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved