Berita Jember

2.000 Rumah Mati Listrik Akibat Angin Kencang Robohkan Tiang Listrik, Ini yang Dilakukan PLN Jember

Pihak PLN Area Jember terus memperbaiki jaringan listrik dan menormalkan pasokan listrik ke rumah warga usai angin kencang yang melanda Jember

2.000 Rumah Mati Listrik Akibat Angin Kencang Robohkan Tiang Listrik, Ini yang Dilakukan PLN Jember
surya/sri wahyunik
petugas PLN perbaiki tiang listrik di Jember yang roboh karena angin kencang 

SURYA.co.id | JEMBER - Pihak PLN Area Jember terus memperbaiki jaringan listrik dan menormalkan pasokan listrik ke rumah warga usai angin kencang yang melanda Kabupaten Jember, Sabtu (16/2/2019) lalu. Sampai Senin (18/2/2019) sore, masih ada sekitar 2.300 rumah pelanggan yang masih mengalami pemadaman aliran listrik.

"Kami terus kebut dan semoga malam ini selesai sehingga nanti malam bisa menyala untuk rumah pelanggan yang masih padam listriknya," ujar Manajer PLN Area Jember-Lumajang, Ardian Egusfi kepada Surya, Senin (18/2/2019) sore.

Saat angin kencang dan hujan deras melanda Jember, Sabtu (16/2/2019) sore lalu, sebanyak 43 tiang listrik roboh dan patah. Tiang listrik rohon dan patah karena tertimpa pohon.

Hal ini mengakibatkan listrik padam. Ribuan rumah pelanggan PLN di Jember mengalami pemadaman, antara lain di kawasan Jember Kota, Ambulu, Wuluhan, Ajung, Jenggawah, dan sekitarnya.

"Kalau kawasan Jember Kota cepat tertolong karena dapat pasokan listrik dari Tanggul. Sementara sampai sore ini yang masih padam banyak di kawasan sekitar Ambulu," ujar Ardian.

Sebanyak 30 tiang listrik sudah diperbaiki. PLN mengganti tiang yang roboh dan patah. Sebanyak 95 orang pegawai dikerahkan untuk menormalisasi jaringan tersebut.

"Sekali lagi kami mohon maaf dan doanya semoga cepat pulih kembali. Kalau soal kerugian, belum kami hitung karena saat ini kami fokus pada perbaikan dulu dan normalisasi jaringan," tegas Ardian.

Ardian menambahkan, pihaknya akan menempuh beberapa cara supaya pemadaman tidak lagi terjadi dalam waktu lama.

Peristiwa bencana alam seperti angin kencang, puting beliung, dan hujan deras, tegasnya, tidak bisa dihindari.

Tetapi pihaknya mengantisipasi minimnya dampak akibat bencana tersebut.

"Kami akan bangun dua gardu induk atau GI di Kencong dan Kalisat. Dengan demikian, jika ada kerusakan di sekitar kawasan itu akan ada cadangan penyuplai," pungkas Ardian.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved