Pemkot Surabaya

Pemkot Surabaya Beri Penghargaan Kejari Surabaya, Selamatkan Aset hingga Dampingi Proyek Strategis

Kerjasama Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya terbukti membawa manfaat besar bagi Kota Pahlawan.

Pemkot Surabaya Beri Penghargaan Kejari Surabaya, Selamatkan Aset hingga Dampingi Proyek Strategis
foto: humas pemkot surabaya
PENGHARGAAN - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan penghargaan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya Teguh Darmawan, di ruang sidang Wali Kota Surabaya, Senin (11/2/2019) lalu, disusul penghargaan kepada 24 jajaran Kejari Surabaya lainnya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kerjasama Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya terbukti membawa manfaat besar bagi Kota Pahlawan. Berbagai aset Pemkot Surabaya berhasil diselamatkan dan pendampingan proyek strategis berjalan lancar tanpa hambatan.

Untuk mengapresiasi kerjasama itu, Pemkot Surabaya memberikan penghargaan kepada 25 jajaran Kejari Surabaya, di ruang sidang Wali Kota Surabaya, Senin (11/2/2019) lalu.

Penghargaan yang diberikan langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini itu, pertama kali diberikan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya Teguh Darmawan dan disusul 24 jajaran Kejari Surabaya lainnya.

Risma, -sapaan Tri Rismaharini-, menjelaskan, pihaknya selalu meminta bantuan kepada Kejari Surabaya dalam menyelesaikan berbagai masalah pertanahan, termasuk meminta pendampingan ketika melakukan proyek-proyek strategis.

“Alhamdulillah, banyak yang kembali (aset-aset Pemkot Surabaya) dan proyek strategis semuanya lancar,” katanya.

Menurut Risma, cepatnya penyelesaian proyek-proyek besar di Surabaya dikarenakan adanya pendampingan dari Kejari Surabaya. Contohnya, proyek frontage road sisi barat yang memakan waktu kurang dari tiga tahun. Padahal, saat itu pembebasan lahan yang harus diselesaikan sangat banyak.

Beberapa Pendampingan
Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah Kota Surabaya, Maria Theresia Ekawati Rahayu mengatakan, ada beberapa pendampingan yang dilakukan oleh Kejari Surabaya selama tahun 2018.

Khusus untuk pendampingan yang dilakukan oleh Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) yakni pengadaan atau pembelian tanah serta bangunan untuk ruang terbuka hijau yang digunakan untuk Makam Keputih dengan luas 8.700 meter persegi dengan nilai Rp 37,9 miliar; Makam Warugunung dengan luas 9.382 meter persegi senilai Rp 12,3 miliar; Makam Keputih Kelurahan Medokan Semampir seluas 10.811 meter persegi senilai Rp 37,7 miliar; dan Kebun Raya Mangrove Pamurbaya Wonorejo seluas 20.850 meter persegi.

“Selain itu, TP4D ini juga mendampingi saat pembelian gedung Gelora Pancasila dan bangunan penunjangnya di Jalan Indragiri nomor 6 Surabaya dengan luas 4.711 meter persegi,” kata pejabat yang akrab disapa Yayuk ini.

Sedangkan pendampingan dalam penyelesaian permasalahan non litigasi adalah PT KKI, PT KYS, Jalan Kalisosok nomor 27, Jalan Jimerto nomor 41, 44, 45, 47, 48, dan 51, PT STAR, Kantor Satpol PP, PT ARBENA, Lapangan Kuning, BTKD Kelurahan Kenjeran, Abror Elsahal, SMPN 24, UD Amin, IPT di Jalan Wiyung Surabaya, Pandegiling 314 C, BTKD Kelurahan Gebang Putih, Yayasan Mustajabah, SDN Simokerto VIII/4111, Wisma Persebaya, CMS, Puskesmas Bangkingan, SDN Jemurwonosari, Pagesangan, Djuki, SDN Nginden Jangkungan.

Halaman
12
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved