Mafia Bola PSSI

Penyebab Joko Driyono Jadi Tersangka Pengaturan Skor, Polisi : 'Dia Merusak Barang Bukti'

Penyebab Joko Driyono Jadi Tersangka Pengaturan Skor, Polisi : 'Dia Merusak Barang Bukti'

Penyebab Joko Driyono Jadi Tersangka Pengaturan Skor, Polisi : 'Dia Merusak Barang Bukti'
Tribunnews/Jeprima
Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI Joko Driyono didampingi Sekjen PSSI Ratu Tisha seusai di periksa oleh penyidik Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Kamis (24/1/2019). Penyebab Joko Driyono Jadi Tersangka Pengaturan Skor, Polisi : 'Dia Merusak Barang Bukti' 

Penyebab Joko Driyono Jadi Tersangka Pengaturan Skor, Polisi : 'Dia Merusak Barang Bukti'

SURYA.co.id | Jakarta - Apa alasan Satgas Antimafia Bola menetapkan Plt Ketum PSSI Joko Driyono jadi tersangka pengaturan skor?

Seperti diketahui, Joko Driyono atau Jokdri telah dicekal ke luar negeri selama 20 hari sejak Jumat (15/2/2019). Hal itu karena pria yang sudah lama menjadi pengurus di PSSI bertahun-tahun itu ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Satgas Antimafia Bola.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan alasan polisi menetapkan Joko Driyono tersangka pengaturan skor lantaran perbuatannya melawan hukum merusak barang bukti yang sedang disidik oleh penyidik.

Breaking News - Plt Ketum PSSI Joko Driyono Tersangka Kasus Mafia Bola, 75 Barang Bukti Disita

"(Tersangka) Perusakan barang bukti," kata Argo saat dikonfirmasi Kompas.com dikutip SURYA.CO.ID, Jumat (15/2/2019).

Argo menambahkan, penyidik juga sudah mengirimkan surat pencegahan Jokdri untuk pergi ke luar negeri kepada pihak imigrasi untuk 20 hari ke depan.

"Ya benar, surat pencegahan ke luar Indonesia untuk Pak Joko Driyono yang dikirim ke Imigrasi hari ini Jumat 15 Februari 2019," ujar Argo.

Adapun penyidik Satgas Antimafia Bola telah menggeledah apartemen milik Jokdri di Taman Rasuna, Tower 9, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (14/2/2019) malam.

Penggeledahan itu dilakukan untuk mencari alat bukti baru terkait proses pendalaman kasus pengaturan pertandingan (match fixing).

Penggeledahan itu berdasarkan pengembangan laporan mantan Manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani, dengan nomor registrasi P/6990/XII/2018/PMJ/DITRESKRIMUM tertanggal 19 Desember 2018.

Halaman
1234
Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved