Berita Banyuwangi

Menteri BUMN Resmikan Pabrik Cokelat Perkebunan Kendeng Lembu PTPN XII Banyuwangi

Perkebunan Kendeng Lembu PTPN XII memiliki jenis cokelat edel yang merupakan salah satu cokelat terbaik di dunia

Menteri BUMN Resmikan Pabrik Cokelat Perkebunan Kendeng Lembu PTPN XII Banyuwangi
SURYA.co.id/Haorrahman
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini M Soemarno, didampingin Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat meresmikan Pabrik Cokelat Kendeng Lembu, Sabtu (16/20). 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini M Soemarno, meresmikan Pabrik Cokelat Kendeng Lembu, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII, yang berada di kawasan Doesoen Kakao, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, Sabtu (16/20/2019).

Dengan demikian, selain memiliki kebun cokelat seluas 1.500 hektare, di Doesoen Kakao, kini juga terdapat pabrik pengolahan cokelat.

Rini mengatakan kini tidak hanya menghasilkan produk cokelat mentah, tetapi saat ini PTPN XII telah mulai hilirisasi produk perkebunan kakao, menjadi cokelat jadi atau kemasan serbuk dan juga cokelat batangan serta proses lanjutan lainnya.

"Masyarakat dan wisatawan bisa melihat langsung bagaimana proses produksi cokelat bagus dengan kualitas tinggi. Perkebunan Kendeng Lembu ini juga bisa menjadi wisata edukasi atau ekowisata cokelat," kata Rini.

Ini dikarenakan, Perkebunan Kendeng Lembu PTPN XII memiliki jenis cokelat edel yang merupakan salah satu cokelat terbaik di dunia.

Cokelat jenis edel selama ini telah di ekspor ke luar negeri dan paling dicari di Eropa.

Kakao edel disebut juga fine cocoa atau kakao mulia. Kakao edel merupakan kakao yang banyak digunakan untuk produk-produk tertentu bisa kosmetik, konsumsi, dan lain-lain. Edel banyak dicari karena memiliki cita rasa sendiri yang tidak sama dengan kakao biasa karena merupakan persilangan dari beberapa varietas kakao. Edel juga membutuhkan perlakuan khusus.

Selain kakao edel, di Perkebunan Kendeng Lembu ini juga memproduksi kakao jenis bulk. Kakao bulk banyak digunakan sebagai bahan dasar untuk cokelat bubuk atau blok.

Direktur Operasional PTPN XII, Anis Febriantomo, mengatakan, kakao jenis edel merupakan produk unggulan kualitas ekspor. Pada 2018, pendapatan PTPN XII dari edel mencapai Rp 74 miliar.

"Tahun kemarin kami mendapat Rp 74 miliar dari edel. Tahun ini ada kenaikan, kemungkinan Rp 120 miliar bisa didapat," kata Anis.

Menurut Anis, PTPN XII akan terus menggenjot produksi kakao, agar bisa menambah target pendapatan tahun ini mencapai Rp 2,2 triliun.

Tahun lalu, PTPN XII berhasil meraih pendapatan sekitar Rp 2 triliun, yang berasal dari produksi kakao, karet, dan kopi arabica.

"Tahun lalu pendapatan kami sekitar hampir Rp 2 triliun. Tahun ini ada kenaikan target 2 persen, sekitar Rp 2,2 triliun," tambah Anis.

Penulis: Haorrahman
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved