Berita Surabaya

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Manager Madura FC Minta Plt Ketua PSSI Jokdri Mundur. Ini Alasannya

Manager Madura FC, Januar Herwanto, berharap Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono (Jokdri), segera mundur setelah ditetapkan sebagai tersangka

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Manager Madura FC Minta Plt Ketua PSSI Jokdri Mundur. Ini Alasannya
tribun jatim/ndaru wijayanto
Manager Madura FC, Januar Herwanto menyebut ada oknum dalam komite wasit yang terlibat skandal pengaturan skor. 

SURYA.co.id I SUMENEP – Manager Madura FC, Januar Herwanto, berharap Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono (Jokdri), segera mundur dari jabatannya setelah ditetapkan sebagai tersangka perusakan barang bukti kasus pengaturan skor oleh penyidik Satgas Antimafia Bola.

Sebelum menetapkan Jokdri sebagai tersangka, penyidik Satgas Antimafia Bola telah menggeledah apartemen milik Jokdri di Taman Rasuna, Tower 9, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (14/2/2019) malam. Penggeledahan tersebut merupakan pengembangan atas laporan mantan Manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani bernomor registrasi P/6990/XII/2018/PMJ/ DITRESKRIMUM tertanggal 19 Desember 2018.

Permintaan mundur dari manager tim berjuluk Lasakar Jokotole itu karena ia menilai PSSI saat ini berada pada kondisi sangat memprihatinkan.

“Setelah Pak Jokdri menjadi status tersangka, mestinya dia memundurkan diri dan diikuti oleh semua Exco yang ada. Karena ini menjadi indikasi bahwa PSSI sedang berada pada kondisi darurat luar biasa, apalagi sampai menyentuh pucuk pimpinan,” terang Januar, Sabtu (16/2/2019).

Karena menurut Januar, dengan ditetapkan Jokdri menjadi tersangka, kepercayaan publik pada PSSI hilang.

“Kepercayaan publik tidak ada, sehingga KLB itu sudah wajib hukumnya. Tapi nanti setelah Pilpres,” tambahnya.

Meski disampaikan manager kelahiran Pasuruan itu, mundurnya pengurus yang bermasalah akan jadikan petinggi PSSI berkurang, menurutnya itu tidak menjadi masalah.

“Ya kalau sudah tidak ada kepercayaan publik gimana. Makanya sempat saya sampaikan pada acara Mata Najwa lalu, gimana kalau setelah ini (penangkapan anggota Exco awal, red) ketangkap lagi. Dan ini terbukti,” ucap Januar.

“Kalau dari perkembangannya akan ada penangkapan lagi dari yang lain. Setelahnya kemungkinan masih ada lagi,” tambahnya.

Untuk itu, Januar kembali menegaskan agar Jokdri mundur dari jabatannya sebagai bentuk cinta dan tanggung jawab moral terhadap sepak bola Indonesia.

“Makanya, sebaiknya, Pak Jokdri itu, kalau mencintai sepak bola Indonesia, segera memundurkan diri. Dan mengajak kawan-kawan Exco federasi semua untuk mundur bersama-sama sebagai rasa cintanya pada sepak bola Indonesia dan tanggung jawab moral pada bangsa ini,” tutupnya.

Ditetapkan sebagai tersangka, penyidik Satgas Antimafia Bola juga sudah mengirimkan surat pencegahan Jokdri bepergian ke luar negeri pada pihak imigrasi untuk 20 hari ke depan.

Sebelum menetapkan Jokdri, penyidik Satgas Anti Mafia Bola juga sudah menetapkan tiga tersangka perusakan alat bukti kasus pengaturan skor.

Mereka adalah Muhammad Mardani Mogot, Musmuliadi, dan Abdul Gofur sebagai OB di PSSI.

Penulis: Khairul Amin
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved