Berita Surabaya

Wali Kota Risma Ungkap Penyebab Kenakalan Remaja di Surabaya

Wali Kota Risma Ungkap Penyebab Kenakalan Remaja di Surabaya. Salpol PP Surabaya yang bertugas melakukan patroli selalu menemukan anak-anak jalanan

Wali Kota Risma Ungkap Penyebab Kenakalan Remaja di Surabaya
Surabaya.Tribunnews.com/Pipit Maulidya
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Wali Kota Risma Ungkap Penyebab Kenakalan Remaja di Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kasus kenakalan remaja di Kota Surabaya masih banyak. Satuan Polisi Pamong Praja (Salpol PP) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang bertugas melakukan patroli selalu menemukan anak-anak jalanan, ngelem, dan miras (minuman keras)

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menjelaskan, banyaknya kasus kenakalan remaja hingga kini, sebagian besar didasari permasalahan keluarga.

"Banyak kasus anak jalanan dan putus sekolah berawal dari permasalahan keluarga. Hal itu yang belum banyak disadari semua orang. Makanya Pemkot Surabaya memiliki program pendidikan Pranikah. Program ini agar masyarakat tidak meremehkan tentang pernikahan," kata Tri Rismaharini, Jumat (15/2/2019).

Tri Rismaharini menegaskan, setiap masalah keluarga yang menjadi korban pasti anak-anak. Dia menceritakan beberapakali menangani kasus kenakalan remaja, setelah ditelusuri ternyata bapak dan ibunya bermasalah.

"Pernah itu satu kasus anak ditangkap Satpol PP, setelah kami telusuri ternyata bapaknya nikah lagi. Karena anaknya banyak, ibunya bekerja jadi pemandu lagu di Bekasi. Anak-anak di rumah tidak ada yang mengurus, akhirnya ibunya kita jemput tak suruh kembali ke Surabaya, tak pekerjakan di puskesmas. Syukurlah sekarang kondisi keluarga membaik," cerita Risma.

Tak hanya itu, beberapa kasus kekerasan rumah tangga pun berdampak pada anak-anak.

Risma berharap para orangtua lebih konsentrasi terhadap dampak yang akan anak-anak tanggung, ketika mereka bertengkar atau bermasalah.

"Cara menyelesaikan masalah kenakalan remaja, ya awalnya tak kumpulkan keluarganya terlebih dahulu. Lalu dicari masalah lainnya, masalah ekonomi kita beri pekerjaan. Jadi sedikit lebih komplek, tapi semua berawal dari masalah orangtua," tegas Risma. 

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved