Lifestyle

Surabaya Fashion Parade 2019 Diharapkan Jadi Ajang Pelestarian Budaya

Surabaya Fashion Parade (SFP) 2019 kembali hadir dengan tema 'FUSIONE', yang diharapkan bisa sebagai ajang pelestarian budaya.

Surabaya Fashion Parade 2019 Diharapkan Jadi Ajang Pelestarian Budaya
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Sejumlah model bergaya dengan busana karya desainer yang tergabung dalam Indonesian Fashione Chamber (IFC) pada preview jelang Surabya Fashion Parade 2019 yang mengangkat tema Fusione di Tunjungan Plaza, Jumat (15/2). Event fashion tahunan itu akan digelar mulai 24-28 Februari 2019. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Surabaya Fashion Parade (SFP) 2019 kembali hadir dengan tema 'FUSIONE', yang diharapkan bisa sebagai ajang pelestarian budaya.

Menurut Yunita Kosasih, Ketua SFP 2019, FUSIONE berasal dari bahasa Italia yang berarti perpaduan dan pembauran, sehingga di perhelatan ke-12 ini, ia menitikberatkan pada kesatuan unsur yang saling bebaur dan sama-sama menuju keberhasilan.

"SFP 2019 Ini tidak hanya tentang pagelaran busana, tetapi kami juga mengaja para desainer serta warga kota Surabaya untuk bisa berpartisipasi bersama, dalam rangka melestarikan budaya," tuturnya, Jumat (15/2/2019).

Yunita mengatakan, masyarakat bisa berpartisipasi dengan mengikuti kompetisi-kompetisi yang mereka adakan, yakni Lomba Cipta Batik 2019, Surabaya Designer Award 2019, lomba ilustrasi serta lomba model.

"Tahun ini kami juga bekerja sama dengan anak-anak mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala, untuk menjalankan Digital Strategy Communication Campaign bertajuk 'Proud Local', dan berkolaborasi dengan Artsquare," jelasnya.

Surabaya Fashion Parade 2019 Ingin Desainer dan Model Lokal Tak Berkiblat ke Jakarta

Surabaya Fashion Parade 2019, FUSIONE Siapkan Empat Tema Besar

SFP 2019 mengusung kampanye 'Proud Local', karena mereka ingin menunjukkan produk lokal tidak kalah dengan produk luar.

Yusuf Wiharto, Direktur VIVA Cosmetic mengatakan, produk lokal lebih sesuai untuk masyarakat Indonesia karena sesuai dengan kondisi budaya dan alam.

"Khususnya produk kecantikan, karena produk untuk iklim torpis beda dengan iklim empat musim, itu yang wajib kita pahami. Nanti kami juga akan menyajikan tatanan rambut dan rias yang sesuai tren," paparnya.

Kemudian, Yudith Oei menambahkan, SFP 2019 tidak hanya menyuguhkan tentang pagelaran busana, tetapi juga eksebisi mode supaya para desainer bisa langsung berinteraksi dengan pecinta fashion.

"Fashion exhibition ini memang dikhususkan untuk para desainer yang ingin menjual koleksinya dan berinteraksi dengan para pecinta fashion, yang ingin melengkapi koleksi pribadi, tentunya dengan penawaran menarik," ujarnya.

SFP 2019 akan digelar di Convention Hall Lt. 6 TP 3 Surabaya, dan untuk fashion exhibition di Atrium Lt. UG TP 3, mulai 24-28 April 2019. 

Penulis: Delya Octovie
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved