Pilpres 2019

Prabowo 'Sentil' Jokowi Lagi, Kali Ini lewat Harga Beras dan Daging Termahal di Dunia, 'Beras Apa?'

Menjelang Debat pilpres 2019, Prabowo kembali 'menyentil' lawannya, Joko Widodo ( Jokowi) dengan menyebut harga beras dan daging termahal di dunia.

Prabowo 'Sentil' Jokowi Lagi, Kali Ini lewat Harga Beras dan Daging Termahal di Dunia, 'Beras Apa?'
ANTARA/IDHAD ZAKARIA
Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (tengah), diarak oleh pendukungnya saat berkampanye di Desa Slinga, Kaligondang, Purbalingga, Jateng, Rabu (13/2/2019). Saat kampanye di sana, Prabowo 'Sentil' Jokowi Lagi, Kali Ini lewat Harga Beras dan Daging Termahal di Dunia, 'Beras Apa?' 

Prabowo 'Sentil' Jokowi Lagi, Kali Ini lewat Harga Beras dan Daging Termahal di Dunia Jelang Debat

SURYA.co.id - Menjelang Debat pilpres 2019, Prabowo kembali 'menyentil' lawannya, Joko Widodo ( Jokowi) dengan menyebut harga beras dan daging termahal di dunia.

Sekadar diketahui, KPU RI akan menggelar Debat pilpres 2019 tahap kedua pada 17 Februari 2019. Salah satu materi debat adalah masalah pangan. 

'Sentilan' Prabowo itu diucapkan ketika menemui warga Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Kamis (14/2/2019).   

Kepada masyarakat tersebut, calon nomor urut 02 itu berjanji akan menurunkan harga-harga pangan tersebut ketika nanti berhasil melengserkan Jokowi dari kursi Presiden RI.

Reaksi Mengejutkan Sandiaga Uno saat Disambut Teriakan Jokowi oleh Warga di Bojonegoro

Ahmad Dhani Berubah Usai Dipenjara, Keluarga Korban Kecelakaan Dul Jaelani Ungkit Janji & Santunan

"Beras di Indonesia jadi salah satu tertinggi di dunia. Demikian daging juga tertinggi di dunia. Daging ayam tertinggi di dunia. Salah satu yang tertinggi di dunia," papar Prabowo saat kampanye di Blora, Jawa Tengah, seperti disiarkan Gerindra TV.

"Perjuangan kami adalah untuk kita perbaiki keadaan ini dengan segera," janjinya.

Apa yang alasan Capres yang berpasangan dengan Sandiaga Uno mengungkapkan hal itu? Menurut Prabowo, tingginya harga diperparah dengan kondisi ekonomi mayoritas rakyat Indonesia yang dalam keadaan sulit.

Dikutip SURYA.co.id dari KOMPAS.com, Prabowo menyatakan itu karena terjadi kebocoran kekayaan negara. Hal ini, menurutnya, menyebabkan kekayaan yang seharusnya dinikmati masyarakat justru mengalir ke luar.

"Kalau tiap tahun kekayaannya mengalir keluar terus, ya ujungnya ambruk. Karena itu kita tidak ada uang di Indonesia. Gaji selalu kecil, pekerjaan selalu tidak ada. Lah uangnya dibawa keluar, yang ada sisa, sisa upah minimum," bebernya.

Halaman
1234
Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved