Advertorial

Pospeda ke-VII 2019 Pemkab Pasuruan Bertujuan untuk Tanamkan Karakter Santri Pesantren

Pemerintah Kabupaten Pasuruan akan menggelar Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren (POSPEDA) ke-VIII 2019

Pospeda ke-VII 2019 Pemkab Pasuruan Bertujuan untuk Tanamkan Karakter Santri Pesantren
surya/galih lintartika
Bupati Kabupaten Pasuruan, Irsyad Yusuf, saat memberi sambutan di acara pembukaan Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren (POSPEDA) ke-VIII 2019, Selasa (12/2/2019). 

SURYA.co.id | PASURUAN - Akhir Februari mendatang, Pemerintah Kabupaten Pasuruan akan menggelar Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren (Pospeda) ke-VIII 2019. Ada 10 cabang olahraga (cabor) dan 12 non-olahraga yang akan dipertandingakan di even yang akan dimulai 26-29 Februari 2019.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pasuruan, Abdul Munif, menjelaskan 10 cabor yang akan dilombakan di Pospeda ini, di antaranya atletik, bola voli, bola basket, tenis meja, pencak silat, futsal, bulu tangkis, sepak takraw, senam santri dan hadang.

Sedangkan non-olahraga di Pospeda, ada seni musik islami, kaligrafi, pidato 3 bahasa, fotografi islami, seni lukis islami, seni kriya, seni hadrah, video/cerita pendek/documenter, seni teater, cipta baca puisi, stand up comedy dan fashion islami.

Sedangkan pembukaan Pospeda sendiri akan dipusatkan di Pondok Pesantren Al Yasini, Areng-Areng Wonorejo, dan akan dilaksanakan di beberapa tempat yang disesuaikan dengan jenis cabor atau jenis lomba lainnya. Di antaranya sekolah hingga lapangan desa.

“Contohnya saja atletik yang akan dilaksanakan di Lapangan Desa Kebotohan atau Futsal yang dilaksanakan di Lapangan Gatra Wonorejo. Tapi kebanyakan kami menggunakan beberapa SMK, SMP maupun SMA yang berdekatan dengan pusat kegiatan lomba,” kata Munif saat membacakan laporan kegiatan Sosialisasi Pospeda ke VIII tahun 2019 di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti Pemkab Pasuruan, Rabu (13/02/2019).

Munif menambahkan untuk bisa berpartisipasi dalam Pospeda, setiap peserta harus memenuhi beberapa kriteria.

Kriteria tersebut antara lain harus santri yang tinggal di ponpes minimal 1 tahun dan telah mengikuti pembelajaran kitab kuning dengan bukti berupa surat keterangan dari ponpes tersebut.

Selain itu, setiap peserta masih aktif sebagai santri pada tahun ajaran 2018-2019, tidak terdaftar dalam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pelajar (PPLP) maupun Sekolah Menengah Olahraga (SMANOR) maupun Sekolah Khusus Olahraga (SKO), serta berusia minimal 12 tahun dan maksimal 18 tahun.

“Peserta juga wajib menyerahkan foto copy syahadah atau ijazah sebanyak 2 lembar yang terlegalisir, foto copy akta kelahiran dan pas photo ukuran 3X4 sebanyak 4 lembar. Itu adalah persyaratan dokumen yang harus dilengkapi oleh masing-masing peserta,” imbuhnya.

Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf, menambahkan Sosialisasi Pospeda sangat selaras dengan Visi Misi dirinya dengan Wakil Bupati Pasuruan, yakni mewujudkan kualitas pendidikan dengan mengintegrasikan pendidikan formal dan nonformal sebagai wujud formasi pendidikan karakter di Kabupaten Pasuruan.

“Pospeda ini salah satu kesempatan untuk para pemangku pondok pesantren untuk dapat memanfaatkannya sebagai media dan wahana dalam menggali potensi minat bakat santri. Utamanya untuk berekpresi positif menjadi santri unggul, kuat, kreatif, inovatif, supportif dan maslahah,” kata Irsyad dalam sambutannya.

Ia menyatakan Pospeda menjadi salah satu bukti bahwa pesantren juga ikut dalam pembangunan Kabupaten Pasuruan, salah satunya melalui Pospeda.

Sedangkan, masih banyak kegiatan lainnya yang melibatkan kalangan pesantren.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved