Berita Surabaya

Mengenal Ayo Ngaos Surabaya, Komunitas Sosial Berfokus Pendidikan Anak

Mengenal Ayo Ngaos Surabaya, Komunitas Sosial Berfokus Pendidikan Anak

Mengenal Ayo Ngaos Surabaya, Komunitas Sosial Berfokus Pendidikan Anak
surabaya.tribunnews.com/Christine Ayu Nurchayanti
Komunitas Ayo Ngaos Surabaya. Mengenal Ayo Ngaos Surabaya, Komunitas Sosial Berfokus Pendidikan Anak 

SURYA.co.id | SURABAYA – Komunitas Ayo Ngaos Surabaya merupakan satu di antara komunitas sosial yang befokus pada pendidikan anak di Surabaya.

Komunitas yang digawangi para anak muda ini, tutur Raudha Fortunella, kepala divisi humas dan desain kreatif Ayo Ngaos Surabaya, mulai dirintis pada tahun 2016 dan berdiri sebagai organisasi pada tahun 2017.

“Dulu masuk di Sasindo Mengajar, program kerja dari divisi pengabdian masyarakat HMD Sastra Indonesia Unair. Tapi kami beranggapan, mendidik bukan hanya sebagai pemenuhan tugas. Jadi setelah pensiun dari HMD, kami tetap melanjutkannya. Sekarang relawan kami bukan hanya dari mahasiswa Unair," tutur Raudha.

“Proses pembelajaran Ayo Ngaos dilaksanakan di pos kamling milik warga Jalan Srikana Timur. Kami menyebutnya Pos Ayo Ngaos,” jelasnya.

Sebagai gerakan sosial pendidikan, lanjut Raudha, Ayo Ngaos ingin terus berupaya untuk memperbaiki dan mengembangkan pendidikan anak di Surabaya khususnya di Jalan Srikana Timur.

Endah Permata, kepala divisi program, menuturkan bahwa Ayo Ngaos Surabaya memiliki tiga program utama yaitu program akademik, non akademik, dan aksi sosial.

“Program akademik berupa membantu adik-adik yang mengalami kesulitan memahami pelajaran di sekolah atau membantu mereka mengerjakan pekerjaan rumah. Kami adakan setiap hari Rabu pukul 18.30 di Pos Ayo Ngaos,” jelas Endah.

Program non akademik, lanjutnya, berupa kegiatan belajar non formal. Seperti membuat telur asin, games, mewarnai, atau mendatangkan para pakar seperti dokter gigi. Program ini, Endah menambahkan, dilakukan satu bulan sekali.

“Kalau yang aksi sosial, kami mengajak adik-adik untuk berbagi kepada sesama seperti bagi-bagi takjil,” tutup Endah.

Relawan yang tergabung dalam Ayo Ngaos Surabaya, tutur Raudha, kebanyakan adalah mahasiswa yang dibagi menjadi pengajar dan pengurus.

Halaman
12
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved