Berita Surabaya

Jadwal USBN SMA/SMK Jatim Diubah Karena Ada Simulasi UNBK

Dinas Pendidikan Jawa Timur mengubah sebagian jadwal USBN karena jadwal yang bersamaan dengan simulasi UNBK.

Jadwal USBN SMA/SMK Jatim Diubah Karena Ada Simulasi UNBK
surya/galih lintartika
Ilustrasi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemakaian komputer di sekolah saat ini tak hanya diisiapkan untuk Ujian Sekolah Berstandart Nasional (USBN), tetapi juga Ujian Nasional Berbasis Komputer.

Untuk itu Dinas Pendidikan Jawa Timur mengubah sebagian jadwal USBN karena jadwal yang bersamaan dengan simulasi UNBK.

Kepala Bidang Pembinaan (Kabid) SMA, Ety Prawesti mengungkapkan jika perubahan jadwal USBN tersebut telah disepakati MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) seluruh Jawa Timur.

Semula jadwal USBN dilaksanakan pada 4 sampai15 Maret. Namun, karena ada simulasi UNBK pada 11 dan 12 Maret, maka USBN pada tanggal tersebut diundur.

Sehingga, pelaksanaan USBN mundur hingga 18 dan 19 Maret.

“Mata pelajaran yang diundur jadwal USBN-nya adalah mapel peminatan, biologi IPA, sosiologi IPS, antropologi, dan seni budaya. Mata ujian tersebut dilaksanakan pada 18 Maret. Adapun, mapel keterampilan bahasa asing atau lintas minat, serta muatan lokal bahasa Jawa atau bahasa Madura dilaksanakan pada 19 Maret,” ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, perubahan jadwal USBN rupanya telah diterima sekolah beberapa waktu yang lalu melalui Surat Edaran.

Waka Kurikulum SMAN 16 Surabaya, Ridwan mengatakan jika pihaknya telah menerima informasi tersebut dari MKKS melalui Surat Edaran (SE) Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim melalui MKKS.

Untuk itu pihaknya segera menyesuaikan pemakaian komputer antara USBN dan sinkronisasi simulasi UNBK.

Menurutnya, perubahan tersebut tidak ada masalah.

Namun, penggunaan smartpone dalam USBN akan menjadi kendala.

Pasalnya, hingga detik ini pihaknya belum mengetahui sistem atau bentuk aplikasi yang digunakan.

“Penerapan smartphone ini kan baru jadi kami belum tahu nanti sistemnya seperti apa. Ya saya berharap ini segera disosialisasikan segera mungkin,” ujarnya.

Selain itu penggunaan smartphone menurutnya memang mempercepat sesi ujian yang awalnya tiga sesi menjadi dua sesi.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved