Berita Madiun

Tak Penuhi Setoran, 7 Jukir Mengaku Dipecat Pengelola Parkir. Begini Kata Ketua DPRD Kota Madiun

Ketua DPRD Kota Madiun, Istono, meminta kepada para jukir untuk bersabar, dan bekerja seperti sediakala untuk sementara.

Tak Penuhi Setoran, 7 Jukir Mengaku Dipecat Pengelola Parkir. Begini Kata Ketua DPRD Kota Madiun
surya/rahadian bagus
Perwakilan jukir ditemui oleh ketua dan anggota DPRD Kota Madiun 

SURYA.co.id | MADIUN - Sebanyak tujuh juru parkir atau jukir dipecat PT Bumi Jatimongal Permai lantaran tidak dapat membayar sejumlah setoran kepada pengelola. Hal itu dikatakan Joko Permono, perwakilan dari jukir yang menggelar unjuk rasa di DPRD Kota Madiun, Rabu (13/2/2019).

"Ada tujuh jukir dipecat, karena tidak bisa membayar setoran parkir sesuai keinginan PT Jatimongal," kata Joko kepada wartawan usai melakukan hearing dengan DPRD Kota Madiun.

Joko meminta agar pemkot atau dinas terkait, dan dewan meninjau kenaikan setoran, dan menghentikan pemecatan sepihak oleh PT Bumi Jatimongal Permai.

"Tuntutan kami ada lima. Di antaranya, pertama menolak kenaikan setoran, yang sepihak. Kedua, kami ingin dilibatkan dalam survei hasil dari titik parkir yang ditentukan pemerintah. Ketiga, Kami berharap tujuh otang yang dipecat, dipekerjakan kembali," kata Joko.

Joko menuturkan PT Bumi Jatimongal Permai telah bertindak semena-mena dalam mengelola parkir. Tidak hanya dibebani target setoran tinggi, para juru parkir juga ditekan dan diancam.

Para jukir menduga pihak PT Bumi Jatimongal Permai memang sengaja ingin mengganti para juru parkir, dengan cara menaikan target setoran.

Bahkan, pihak pengelola juga memakai jasa dari oknum petugas untuk menekan para jukir.

"Hari Sabtu ada dua jukir yang diminta paksa rompinya, karcis, dan uang pendapatan. Kami duga yang meminta paksa itu oknum aparat," ungkapnya.

Dia menambahkan, saat ini ada 400 titik dengan sekitar 800 jukir yang dikelola oleh PT Bumi Jatimongal Permai.

Ketua DPRD Kota Madiun, Istono, meminta kepada para jukir untuk bersabar, dan bekerja seperti sediakala untuk sementara.

Pihaknya berjanji akan meminta keterangan dari dinas terkait, dan juga dari PT Bumi Jatimongal Permai untuk menanyakan masalah ini.

"Teman-teman bersabar dulu, karena saat ini sudah ditentukan pemenang. Kalau berhenti, maaf ini sudah kontrak. Kalau diputus, akan muncul masalah baru," kata Istono pada saat menemui para jukir yang menggelar unjuk rasa di kantornya.

Namun dia menjanjikan akan membantu untuk mencarikan solusi atas masalah yang dikeluhkan oleh para jukir.

"Secara institusi, kami tidak dapat menghentikan kontrak PT Bumi Jatimongal Permai dengan Pemkot Madiun. Tetapi kami akan meninjau kembali, ini kan butuh waktu," ujarnya.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved