Berita Kediri

Warganya Gemar Lakukan ini, Desa Pojok Wates Kediri Dicanangkan Jadi Kampung Adat Kebangsaan

Desa wisata di Kabupaten Kediri semakin lengkap menyusul dicetuskannya Kampung Adat Kebangsaan di Desa Pojok, Kecamatan Wates.

Warganya Gemar Lakukan ini, Desa Pojok Wates Kediri Dicanangkan Jadi Kampung Adat Kebangsaan
surya.co.id/didik mashudi
Kegiatan pelatihan belajar aksana purwodada di Rumah Persada Sukarno Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. 

SURYA.co.id | KEDIRI - Desa wisata di Kabupaten Kediri semakin lengkap menyusul dicetuskannya Kampung Adat Kebangsaan di Desa Pojok, Kecamatan Wates.

Kampung Adat Kebangsaan ini karena Desa Pojok merupakan kampung kecil yang syarat dengan adat-adat kebangsaan.

Kushartono penggagas Kampung Adat Kebangsaan menjelaskan, dalam kampung kebangsaan karena sejak dulu telah aktif melestarikan kegiatan-kegiatan kebangsaan dan pelestarian budaya bangsa.

Khususnya setiap hari besar nasional, kampung adat kebangsaan selalu mengadakan upacara serta pagelaran seni budaya yang juga dihadiri berbagai tokoh lintas agama guna menguatkan karakter nasionalis kebangsaan.

"Kegotong-royongan antar umat dan pemuka agama juga berjalan baik di setiap penyelenggaraan acara adat kebangsaaan," jelas Kushartono kepada tribunjatim, Selasa (12/2/2019).

Hal ini juga didukung dengan keberadaan situs Ndalem Pojok yang telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya rumah masa kecil Presiden Soekarno.

"Magnet Soekarno yang merupakan Bapak Bangsa menjadi darah penyemangat berlangsungnya kampung adat kebangsaan," tambahnya.

Diungkapkan, potensi kampung kebangsaan layak untuk dikembangkan agar keberadaanya tetap lestari sepanjang masa untuk menjadi inspirasi bagi generasi penerus bangsa.

Kushartono mengharapkan, kedepan dikembangkan tidak hanya berhenti pada kegiatan peringatan dan upacara hari besar nasional, namun semua peristiwa penting dan peristiwa besar nasional juga akan diadakan peringatan.

Contohnya, hari lahirnya lambang negara, hari lahirnya lagu kebangsaan Indonesia Raya, hari kembalinya Dekrit UUD 1945 serta hari Santri.

Selain itu dikembangkan tidak hanya berhenti pada peringatan dan doa bersama hari lahir dan hari wafatnya Bung Karno, tapi dikembangkan pada tokoh-tokoh besar dan tokoh pahlawan bangsa yang lain.

"Semisal kirim doa peringatan hari lahir dan wafatnya Pangeran Diponegoro, lahir dan wafatnya Dr Cipto Mangunkusumo, Cokroaminoto, RMP Sosrokartono dan WR Supratman," jelasnya.

Sehingga kampung adat kebangsaan akan penuh dengan upacara adat kebangsaan. Jika di Pulau Bali banyak upacara adat keagamaan. Atau di Tengger juga banyak upacara adat kesukuan. Namun di Desa Pojok ada upacara adat kebangsaan.

Sebelumnya rumah Persada Sukarno telah menjadi tujuan wisata sejarah dan budaya. Pengunjung dapat menyusuri jejak masa kecil Bung Karno selama tinggal di Desa Pojok.

Selain itu pengelola juga menyiapkan berbagai kesenian dan budaya Jawa. Di antaranya ada belajar membatik, menulis aksara Jawa, bermain gamelan serta menari, termasuk menonton film tentang keindahan Indonesia.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved