Citizen Reporter

Menemukan 'Emas' Dalam Penelitian

“Sejarah adalah emas, tetapi jangan dimaknai sebagai harta. Itu emas karena ada nilai-nilai berharga yang oleh orang saat ini sudah banyak dilupakan,”

Menemukan 'Emas' Dalam Penelitian
citizen reporter/Moh Zainudin
Pelatihan penelitian oleh Jombang Institute 

SURYA.co.id | JOMBANG - Bertempat di Gedung SD Tengaran, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jombang Institute (JI) mengadakan pelatihan internal bagi anggotanya. JI adalah lembaga penelitian yang berfokus pada sejarah, sosial, dan kebudayaan lokal di Kabupaten Jombang.

Acara yang diselengggarakan selama dua hari, Rabu dan Kamis (26-27/12/2018), berisi materi-materi yang menarik, yakni kerja riset lapangan (fokus pada penelitian sejarah), teknik editorial, teknik layout buku, teknik grafis dan ilustrasi, dan teknik operasional web.

Para peserta yang tak lain anggota JI juga beragam. Mereka dosen, guru, peneliti, dan mahasiswa. Mereka sangat antusias memperhatikan materi yang disampaikan masing-masing narasumber.

Anton Wahyudi, Direktur JI, berharap acara itu dapat memacu produktivitas masing-masing anggota JI yang sudah masuk dalam pembidangan tim. Itu supaya lebih produktif dalam mengembangkan bidang.

Ia mengingatkan, setelah selesai acara harus ada program untuk meneliti desa yang memiliki potensi budaya, sehingga kearifan lokalnya bisa diekspose.

“Sejarah adalah emas, tetapi jangan dimaknai sebagai harta. Itu emas karena ada nilai-nilai berharga yang oleh orang saat ini sudah banyak dilupakan,” tambahnya.

Yang lebih menarik dan menyedot banyak perhatian peserta adalah penyampaian materi tentang metode sejarah. Ada empat hal yang disampaikan pada materi itu, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Heuristik adalah proses pencarian dan penghimpunan informasi yang bisa didapat dari sumber sejarah, baik lisan, tulisan, maupun benda atau artefak.

“Langkah pertama ini cukup sulit sebab kita harus mencari data sebanyak-banyaknya. Bahkan untuk mendapatkan data, tak jarang peneliti harus berangkat ke luar negeri seperti ke Leiden, Den Haag, Amsterdan, dan di Museum Nusantara Delft yang ada di Nederland,” kata Anton.

Mendengar penuturan Anton, banyak peserta tertarik. Salah satunya Riris, peserta yang aktif dalam kepramukaan.

“Wah, enak ya, Pak, bisa sambil berjalan-jalan,” ujar Riris. Sontak yang lain pun menyahuti dengan tawa lepas.

Halaman
12
Tags
penelitian
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved