Citizen Reporter

KKN Universitas Trunojoyo Madura di Desa Soket Laok, Tragah, Bangkalan, Ubah Sampah Menjadi Briket

Mahasiswa membuat penyuluhan untuk memanfaatkan dedaunan dan ranting kering, Sabtu (19/1/2019).

KKN Universitas Trunojoyo Madura di Desa Soket Laok, Tragah, Bangkalan, Ubah Sampah Menjadi Briket
foto: istimewa
Ilustrasi briket 

HARUS ada inovasi yang dilakukan mahasiswa. Berangkat dari ide kreatif mahasiswa Kelompok 54 KKN Tematik Mandiri Universitas Trunojoyo Madura (UTM) di Desa Soket Laok, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan yang didampingi oleh Rahmawati, selaku dosen pembimbing, menawarkan ide pemanfaaatan barang-barang bekas.

Kali ini sasarannya adalah sampah dedaunan dan ranting kering. Alasan utama pemilihan daun dan ranting kering karena hampir di sepanjang jalan Desa Soket Laok banyak ditumbuhi pepohonan yang lebat, seperti sawo, nangka, bambu, rambutan, dan masih banyak yang lainnya.

Sampah dedaunan dan ranting kering kerap memenuhi sepanjang jalan desa, terlebih lagi karakter jalan di desa ini adalah jalan setapak. Sampah itu mengganggu ketika tidak dibersihkan.

Mahasiswa membuat penyuluhan untuk memanfaatkan dedaunan dan ranting kering, Sabtu (19/1/2019).

Mereka membuatnya menjadi briket sebagai pengganti arang. Sampah daun dan ranting masih bisa dimanfaatkan dan disimpan sebagai bahan bakar alternatif.

Dengan pengolahan yang baik dan benar, sampah dedaunan dan ranting kering mampu menjadi produk yang ramah lingkungan dan praktis bagi kehidupan sehari-hari. Setiap keluarga bisa membuatnya sendiri.

Proses pembuatannya cukup mudah, yakni dedaunan dan ranting kering dibakar sampai menjadi abu. Abu itu dihaluskan dan ditambah dengan tepung kanji dan air hangat secukupnya. Semuanya diaduk hingga merata.

Adonan briket dibentuk sesuai selera. Biasanya berbentuk lempengan atau kotak supaya praktis disimpan. Setelah briket dicetak, tinggal proses penjemuran.

Briket dijemur di bawah sinar matahari 2-3 hari bergantung pada terik matahari guna mendapatkan hasil yang maksimal.

Kelebihan dari briket ini selain proses pembuatannya sangat mudah dan sederhana. Pemakaiannya juga lebih praktis dan ramah lingkungan, serta lebih tahan lama daripada arang yang sering dijumpai di pasaran.

Nahdliyatul Mahmudah
Anggota Kelompok KKN 54
Universitas Trunojoyo Madura
Nanad.donat96@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved