Berita Entertainment

Jarang Terekspos Awal Karier Grace Natalie, Masuk Politik, hingga Punya Anak, Ini Faktanya

Jarang terekspos awal karier Ketua Umum PSI Grace Natalie saat masuk politik, hingga punya anak dengan seorang CEO. Ini fakta-faktanya

Jarang Terekspos Awal Karier Grace Natalie, Masuk Politik, hingga Punya Anak, Ini Faktanya
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (Ketum PSI) Grace Natalie, memberikan keterangan kepada wartawan usai diperiksa sebagai saksi oleh Direskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (22/11/2018). Pemeriksaan tersebut guna mengklarifikasi tuduhan menolak Peraturan Daerah (Perda) Syariah terkait laporan dari Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia pimpinan pengacara Eggy Sudjana. 

SURYA.CO.ID -  Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie kembali menyedot perhatian warganet (netizen).

Itu menyusul pidato Grace Natalie yang mengingatkan sebuah fenomena yang dianggap dapat membahayakan persatuan masyarakat Indonesia, yakni normalisasi intoleransi.

"Pembiaran penyerangan atas kelompok yang berbeda keyakinan, penutupan tempat ibadah, meluasnya ceramah kebencian, lama-lama menjadi sesuatu yang kita anggap biasa.

Inilah fenomena berbahaya yang disebut aktivis peneliti perempuan Sandra Hamid sebagai 'normalisasi intoleransi'," kata Grace di Festival 11 Yogyakarta di Graha Pradipta Jogja Expo Center, dalam keterangan tertulis, Senin (11/2/2019).

Lucinta Luna Teriak Saat 'Ketahuan' Lakukan Aktivitas Pria Tiap Jumat oleh Atta Halilintar: Gak Papa

Ahmad Dhani di Tahanan, Kondisi Rumahnya Kini Kumuh, Berdebu & Beralih Fungsi, Warga Beri Kesaksian

Dalam pidato politiknya yang berjudul "Musuh Utama Persatuan Indonesia" itu, Grace sangat menyayangkan fenomena ini karena dapat menimbulkan konflik yang akan menghancurkan toleransi di masyarakat.  

Grace di hadapan 2.000 hadirin yang terdiri dari pengurus, kader, dan simpatisan PSI, menjelaskan bahwa gejala normalisasi intoleransi adalah ketika masyarakat semakin menganggap intoleransi sebagai sesuatu yang normal.

"Gejala normalisasi intoleransi adalah ketika masyarakat semakin menganggap intoleransi sebagai sesuatu yang normal akibat meluasnya kampanye kultural yang mengajak orang hanya berpikir secara biner: hitam-putih. Kaum kita - musuh kita," papar Grace.

Di tengah gelombang normalisasi intoleransi yang semakin besar ini, Grace menegaskan, PSI tidak akan diam.

Halaman
1234
Editor: Tri Mulyono
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved