Berita Mojokerto

Edarkan Sabu-sabu, Perempuan di Mojokerto dan Mertuanya Diciduk Polisi

Polisi di Mojokerto menangkap seorang perempuan bersama calon mertuanya karena sama-sama diduga menjadi pengedar narkoba jenis sabu-sabu

Edarkan Sabu-sabu, Perempuan di Mojokerto dan Mertuanya Diciduk Polisi
surabaya.tribunnews.com/danendra kusumawardana
Polisi membeberkan barang bukti narkoba dan sejumlah tersangka pengguna dan pengedarnya di Mojokerto. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Polisi menangkap seorang perempuan bersama calon mertuanya karena sama-sama diduga menjadi pengedar narkoba jenis sabu-sabu di Kota Mojokerto. 

Keduanya adalah Diah (42), perempuan dari Kelurahan Kedudung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, serta calon mertuanya, Suroso (53), warga Jagalan, Kecamatan Kerangan, Kota Mojokerto. 

"Saat ditangkap kedua tersangka tidak sedang memakai sabu. Tetapi saat di gerebek di kos keduanya kedapatan menyimpan sabu seberat 4,9 gram. Tersangka memanfaatkan jaringan kekeluargaan," katanya Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dany Setyono, Selasa (12/2).

Dia melanjutkan, Diah merupakan residivis yang pernah tersandung kasus narkotika tahun 2015.

"Tersangka perempuan (Diah) sudah dua kali masuk penjara," lanjutnya.

Tak hanya itu, dalam Operasi Tumpas Narkoba 2019 Satuan Reserse Narkoba juga berhasil mengungkap kasus peredaran narkoba jaringan lapas. Salah satu tersangka dalam kasus tersebut berinisial A (33).

"Ada dua lapas di Jatim yang terindikasi jaringan narkoba. Namun, kami masih belum dapat menyebutkan nama lapas karena masih pengembangan," terangnya.

Kapolres menerangkan, dari keterangan tersangka, dirinya hanya dihubungi salah satu napi di lapas. Dalam komunikasi itu, tersangka diminta salah satu napi untuk mengedarkan sabu dengan sistem ranjau.

"Dari keterangan tersangka dia mengakui hanya dibubungi oleh narapidana. Alat komunikasi dan nomor telepon selalu berubah sehingga sulit dilacak," ungkapnya.

Kapolres menyebutkan, total tersangka yang ditangkap saat Operasi Tumpas Narkoba 2019 berjumlah 16 tersangka dari 11 kasus. Operasi Tumpas Narkoba 2019 digelar mulai 26 Januari hingga 6 Februari.

"Dari tangan ke 16 tersangka itu kami berhasil mengamankan 9,38 gram sabu dan 3 butir ekstasi," tandasnya.

Para tersangka akan dijerat Pasal 112 UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (nen)

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved