Citizen Reporter

Aktivitas Anak-anak SD Islam Terpadu Nurul Fikri Sidoarjo, Bermain Dulu Sebelum Masuk Kelas

Pukul 06.55, mereka bermain berbagai permainan tradisonal yang sudah dikenalkan oleh para guru mereka.

Aktivitas Anak-anak SD Islam Terpadu Nurul Fikri Sidoarjo, Bermain Dulu Sebelum Masuk Kelas
foto: istimewa
Para siswa kelas 1A SD Islam Terpadu Nurul Fikri Sidoarjo bermain permainan tradisional sebelum mereka masuk kelas. 

Gelak tawa siswa kelas 1A SD Islam Terpadu Nurul Fikri Sidoarjo membahana ke mana-mana, Rabu (30/1/ 2019). Hari itu sungguh menyenangkan bagi mereka.

Pukul 06.55, mereka bermain berbagai permainan tradisonal yang sudah dikenalkan oleh para guru mereka.

Ada engkle, memanjat, berjalan jinjit dengan jari-jari kaki, jinjit dengan tumit, merangkak, merayap, dan berjalan ala zombi.

Tepat pukul 07.00, saat bel sekolah berdentang, mereka berdiri berjajar di depan pintu kelas untuk ikrar dan melanjutkan pelajaran di dalam kelas.

Itulah sebagian persiapan kelas bagi para siswa kelas 1 sesaat sebelum jam pelajaran dimulai.

Mereka pun tampak bahagia. Cucuran keringat yang menganak-sungai di pelipis, deru napas mereka, dan tingkah polah polos mereka, menunjukkan betapa bahagianya di pagi itu.

“Kesan pertama awal-awal pembelajaran di sekolah sangat menentukan bagaimana anak-anak kita selama proses pembelajaran sepanjang hari ini. Semakin bahagia anak-anak, maka kognitifnya akan semakin berkembang,” kata Yazid, ustaz di SD IT Nurul Fikri Sidoarjo.

Ia menambahkan, belajar di sekolah itu bukan sekadar mengisi materi pelajaran atau yang berkaitan dengan kognitif, melainkan lebih dari itu.

Bersekolah adalah sarana yang efektif untuk membangun kemandirian anak-anak sejak dini. Kemandirian diawali dengan penuntasan motorik kasar dan halus mereka.

Apa hubungannya dengan engkle, merangkak, dan berbagai mainan tradisonal yang dilakukan anak-anak? Mengapa itu dilakukan?

Permainan-permainan sederhana itu, memiliki dampak positif pada penguatan fisik dan mental anak-anak.

Permainan tradisional adalah bagian dari laboratorium kehidupan anak-anak. Itu baik untuk menguatkan kaki, tangan, dan daya tahan mereka. Selain itu juga mendorong kemampuan menuntaskan dan memenangkan permainan dengan gembira.

“Itu adalah bagian untuk menjadikan mereka sebagai pribadi yang kuat, emosi yang kokoh, dan kepribadian yang matang dalam menyelesaikan masalah. Dengan berlatih ini, diharapkan mereka tumbuh sebagai generasi yang siap menghadapi tantangan, memiliki banyak alternatif solusi dari berbagai masalah sosial yang dihadapi, sekaligus sebagai pemimpin di masa depan,” katanya.

Hamim Musthofah
Guru SDIT Nurul Fikri Sidoarjo
hamim10musthofah@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved