Siswa SMP Tantang Guru

Nur Khalim Ungkap Sifat Asli Siswa SMP yang Merokok & Menantangnya di Gresik, Beda dari Siswa Lain

Nur Khalim Ungkap Sifat Asli Siswa SMP yang Merokok & Menantangnya di Gresik, Ternyata Beda dari Siswa Lainnya

Nur Khalim Ungkap Sifat Asli Siswa SMP yang Merokok & Menantangnya di Gresik, Beda dari Siswa Lain
foto: willy abraham
Nur Khalim, guru honorer SMP PGRI Wringinanom, Gresik (kiri) saat memaafkan siswa yang melecehkannya. 

Selama berada di Polsek Wringinamon, Gresik, AA hanya menunduk dihadapan awak media.

Dia mengakui perbuatannya di dalam kelas yang kurang terpuji saat jam pelajaran.

Usai membaca surat permintaan maaf, dia langsung berdiri dan meminta maaf sambil memeluk gurunya itu.

Tak henti-hentinya, AA mencium tangan gurunya.

Air matanya jatuh tak tertahan di pelukan Nur Khalim.

Tak sampai disitu, AA langsung mencium kaki gurunya.

Sambil berkaca-kaca, Nur Khalim memaafkan perbuatan muridnya itu.

Kedua orang tua AA, yang berdiri di belakang anaknya, langsung mencium tangan gurunya.

5. Tanggapan Pakar Pendidikan Jawa Timur

Dari wawancara SURYA.co.id dengan Pakar Pendidikan Jawa Timur, Prof Akh Muzakki, ia memberikan tanggapan perihal kejadian tersebut.

Viralnya tindakan siswa SMP yang merokok di kelas hingga melakukan tindakan kekerasan serta berbuat tidak sopan pada gurunya merupakan wujud adanya krisis nilai.

Krisis nilai ini bisa jadi karena problem kompleks yang di antaranya membuat anak merasa dirinya bisa melakukan apa saja.

Dan orang tua lebih percaya anak daripada guru. Krisis ini berujung pada krisis keteladanan juga.

Bisa saja siswa juga tahu atas posisi lemah guru di sekolah.

Karena itu orang tua dan guru harus membangun kesepahaman dalam hal mendidik anak.

Orang tua harus menaruh trust yang tinggi ke guru.

Kalau ada masalah dengan anak, maka orang tua harus mempercayakan kepada guru.

Sementara tindakan guru yang terlihat pasrah,hal ini terjadi karena guru merasa posisinya sebagai guru hoborer tidak aman dari tekanan, bahkan ancaman pemecatan.

Untuk itu Kemendikbud harus segera menurunkan skema perlindungan profesi guru karena telah terjadi banyak hal penindasan pada guru.

Sementara terkait solusi damai menurutnya hanya solusi sementara. Karena permasalahan utama pasa sistem pendidikan, sehingga sangat perlu menata sistem pendidikan yang kondusif bagi pengembangan nilai.

Untuk itu kasus ini tidak boleh menguap begitu saja biar bisa jadi pelajaran semua.

Wawancara Eksklusif dengan Nur Khalim

Berikut wawancara Surya.co.id dengan Nur Khalim sebelum proses mediasi yang berlangsung di Polsek Wringinanom:

Bagaimana kronologi murid yang melecehkan Anda saat di kelas?

Malam sebelumnya saya mimpi, karena sering memikirkan kenakalan anak-anak dan mengobrak mereka di warung kopi.

Sabtu  (2/2/2019) pagi,  saya berangkat ke sekolah dan sekitar jam 6.15 WIB saya sudah ada di sekolah.  Hingga jam 7.00 kok tidak ada yang masuk. Jam 7.15 saya disuruh Bapak Kepala Sekolah untuk mengambil foto ijazah. Saya tidak lewat jalan raya, tetapi lewat gang yang dekat PGRI itu ada warung kopi.

Saya lihat kok sepedanya anak-anak ada di sini, padahal jam 07.30 warung masih tutup. Saya gedor-gedor saya suruh keluar. Kalau tidak ada yang kembali ke sekolah, saya panggil orang tua.

Pukul 08.00 saya kembali ke sekolah, mereka menggedor-gedor mempratikkan saya tadi.  Saya masuk, tetapi mereka  masih  di luar. Mereka merokok. Kepala skeolah meminta siswa untuk masuk, karena saya sudah di dalam.

Saat mereka semua masuk, kelas semakin ramai karena ada satu anak yang marahnya keterlaluan.  Bangku dari depan sampai belakamg digebrak-gebrak sampai naik-naik ke atas bangku.  Kreativitas anak-anak di atas bangku diturunin, buku saya di atas meja juga di buangi ke bawah.

Kemudian di atas bangku menghisap rokok. Da bilang, ini loh saya berani merokok di depan kamu.

Saya bilang matikan, marahnya semakin memuncak, lalu dia seperti itu. Saya cuma bilang, jangan diteruskan nanti berbahaya.

Lalu naik ke atas bangku masih merokok, saya minta rokoknya malah dilempar ke temannya. Saya dapat rokoknya, lalu saya matikan.

Setelah itu, wali kelasnya masuk. Semuanya diam, diminta untuk sopan kepada saya. Semuanya diam, terus yang gebrak-gebrak meja tadi itu di pojokan tidak mengerjakan tugas.

Saya biarkan saja, karena kasihan kalau mengganggu teman-temannya yang niat sekolah.

Lalu apa yang terjadi setelah Anda dilecehkan?

Saya mendapati beberapa siswa yang melapor ke saya, karena AA usai dipukuli oleh anak Pasinan. Karena saya kan warga Pasinan, mereka tidak terima saya diperlakukan seperti itu.

Tetapi saya tidak tahu bukti fisiknya. Orang tuanya juga melapor.

Hari Senin itu juga saat anaknya mau berangkat simulasi, minta maaf ke saya. “Pak minta maaf ya, karena ketidaksopanan saya”.

Saya maafkan dan persilahkan ikut simulasi.

Selasa libur, Rabu saya lihat dia sendirian tidak ada temannya katanya diancam anak Pasinan. Tetapi saya tidak tahu sendiri.

 Bagaimaan perasaan Anda dilecehkan seperti itu oleh anak didik sendiri ?

Sebenarnya mau mukul saja. Pikiran hati Astaghfirullah ingin balas, tetapi saya belajar pengalaman dari guru-guru yang terjadi kebanyakan memukul sedikit sudah langsung dihukum.

Saya belajar dari situ menahan amarah, bahwa tujuan saya mengajar mencerdaskan bangsa sesuai dengan cita-cita bangsa.

Ingin menciptakan generasi emas Indonesia 2019-2020 bisa bersaing dengan negara lain. Yang saya pikirkan saya ingin memintarkan anak-anak karena mendekati Ujian Nasional.

 Apa harapan Anda setelah kejadian ini?

Harapan saya kepada guru-guru kenakalan anak jangan dibalas dengan tangan. Jadilah guru yang profesional dan diberikan ilmu megurusi sifat anak yang dari berbagai kalangan.

Saya harap guru-guru baik swasta maupun negeri, kalau ada anak yang ditangani dengan yang halus dulu, kalau memang tidak bisa diatur coba dikembalikan ke orang tua. Kalau orang tua tidak merespons kembalikan ke pihak yang berwajib.

 Apa sudah memaafkan kejadian ini?

Hari Jumat sudah saya jelaskan ke kepala sekolah, Kamis orang tua tidak percaya tetapi saya jelaskan bahwa itu kejadian beneran. Biasanya cuma menggoda, tetapi kemarin memang sudah terlalu.

Berapa tahun Anda mengajar ?

Sejak tahun 2013-2014.

Berapa gaji yang Anda terima selama ini?

Dari Bendahara sekolah gaji saya Rp 450.0000, kalau menuruti keinginan sebenarnya tidak cukup. (willy abraham)

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved