Ekonomi Bisnis

Aplikasi MeeberLite dan Meeberian, Tawarkan Konsep Baru Bisnis Kuliner di Era Revolusi Industri 4.0

PT Meeber Teknologi Indonesia, melakukan pengembangan ke sektor lain, yakni aplikasi bisnis kuliner yang diberi nama MeeberLite dan Meeberian

Aplikasi MeeberLite dan Meeberian, Tawarkan Konsep Baru Bisnis Kuliner di Era Revolusi Industri 4.0
istimewa
CEO PT Meeber Teknologi Indonesia Rudy Hartawan 

SURYA.co.id | SURABAYA - Perusahaan aplikasi yang sebelumnya sudah eksis di layanan solusi kasir online, PT Meeber Teknologi Indonesia, melakukan pengembangan ke sektor lain. Pengembangan bisnis itu diberi nama MeeberLite yang menjadi solusi bisnis aplikasi bagi pelaku bisnis kuliner (merchant) dan Meeberian yang hadir menjawab kebutuhan aplikasi bagi pelanggan atau penikmat kuliner.

CEO PT Meeber Teknologi Indonesia, Rudy Hartawan, mengatakan sejak diluncurkan pertama kali 4 tahun silam, Meeber di awal menjadi solusi kasir online lewat solusi produk MeeberPOS.

"Respon pasar cukup positif, sehingga kami luncurkan aplikasi layanan baru yang bisa menjawab solusi otomasi bisnis kuliner saat berkunjung mulai dari proses pemesanan, pembayaran secara digital yang nyaman dan aman dengan dilengkapi fitur interaksi pendukung antara pelaku bisnis kuliner dalam hal ini merchant dengan pelanggannya," jelas Rudi, Senin (11/2/2019).

Tak hanya itu, aplikasi gratis ini juga menawarkan keuntungan bagi pelaku bisnis kuliner untuk mengetahui wawasan pelanggan, umpan balik (feedback) dari pelanggan.

Penerapan sistem loyalty program yang mudah dan tanpa biaya serta kemudahan untuk berkomunikasi dengan pelanggannya dalam hal penawaran produk, promosi dan masih banyak lagi yang lain untuk dieksplorasi.

"Melalui solusi digital yang kami miliki ini, pelaku usaha bisnis kuliner mendapatkan kemudahan yang luar biasa dalam menjalankan bisnisnya terutama atas layanan makan di tempat sebagai wujud revolusi industri 4.0 di binis kuliner," jelas Rudi.

Tren otomasi yang dimaksud pada konsep Industri 4.0 bertujuan meningkatkan kecepatan dan menekan biaya produksi serta mampu menjamin kualitas produk yang baik dan stabil.

Apabila diterapkan pada bisnis kuliner, maka pelaku usaha bisnis kuliner akan mendapatkan solusi atas permasalahan-permasalahan yang selama ini timbul.

"Seperti kualitas SDM yang dirasa kurang mumpuni, biaya operasional yang tinggi atas gaji karyawan, turn over karyawan yang tinggi. Penerapan training yang konsisten dan merata sehingga berdampak pada pemeliharaan kualitas pelayanan dan standar operasional yang sulit diterapkan," jelas Rudi.

Berkaca pada 10 tahun terakhir, sudah banyak bermunculan solusi digital melalui platform online yang sejalan dengan konsep Industri 4.0.

Rudi mencontohkan reservasi tempat, pemesanan online untuk ambil di tempat maupun layanan antar dan masih banyak yang lain.

Ragam solusi tersebut terus berkembang pesat dalam memberikan revolusi otomasi atas bisnis kuliner.

Namun, solusi tersebut lebih banyak memfokuskan diri pada tahap pra-kunjungan yaitu transaksi yang terbentuk tanpa melakukan kunjungan ke suatu bisnis.

"Ini yang mengakibatkan munculnya pertanyaan, bagaimana dengan transaksi yang terjadi pada saat pelanggan setiap kali berkunjung? Dan ini sebenarnya garis tebal yang harus dijawab perihal volume transaksi terbesar di bisnis kuliner," tandas Rudi.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved