Cepat Move On, Pertemuan Khofifah dan Risma Tunjukkan Kultur Politik Baru di Jatim

Pertemuan yang hangat antara Khofifah dan Tri Rismaharini diapresiasi karena menunjukkan kultur baru yang positif dalam perpolitikan di Jatim.

Cepat Move On, Pertemuan Khofifah dan Risma Tunjukkan Kultur Politik Baru di Jatim
surabaya.tribunnews.com/fatimatuz zahroh
Wali kota Surabaya, Tri Rismaharini menyodorkan bakul nasi kepada Khofifah Indar Parawansa saat santap sore bersama di sebuah restoran di Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Juru Bicara Tim Pemenangan Khofifah-Emil, KH Zahrul Azhar Asal mengapresiasi pertemuan antara Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa dengan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini yang digelar di salah satu rumah makan, Minggu (10/2/2019).

Menurutnya, bersambungnya kembali silaturahmi yang hangat antara Khofifah dan Risma pasca berseberangan kubu politik di Pilgub 2018 adalah suatu upaya membangun kultur politik baru di Jawa Timur.

"Yang jelas ini akan bangun kultur politik baru di Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim. Terutama sudah jadi rahasia umum antara gubernur lama dengan Bu Risma tidak begitu harmonis," kata pria yang akrab disapa Gus Hans ini usai pertemuan antara Khofifah dan Risma.

Maka, dengan komunikasi yang informal ini menurutnya bisa memberikan optimisme dan ada eskalasi pembangunan yang terintegrasi nantinya di Pemprov Jawa Timur dan Pemkot Surabaya.

Lebih lanjut ia mengatakan, dalam pertemuan 1,5 jam antara Khofifah dan Risma dalam acara santap sore itu yang dibahas lebih pada human interest.

Tentang penanggulangan permasalahan sosial dan juga masalah pendidikan yang sesuai dengan background masing-masing keduanya.

Dimana Khofifah pernah menjabat sebagai Menteri Sosial, dan Risma terbilang cukup aktif menangani masalah sosial di daerah yang dipimpinnya, Kota Pahlawan.

Di sisi lain, saat ditanya apakah pertemuan ini menandakan Khofifah dan Risma akhirnya melupakan segala kejadian saat proses Pilgub Jatim dimana Risma membela pasangan Saifullah Yusuf - Puti Guntur Soekarno, rival Khofifah.

"Ini bedanya politisi yang sudah kenyang asam garam dengan politisi baru. Selesai ya selesai, sebab saat ini yang dikedepankan adalah kepentingan masyarakat. Klemben-klemben roti-roti, bien-bien saiki-saiki," tegasnya.

Ditegaskan Gus Hans, hal semacam ini tak lain adalah dinamika politik yang diharapkan menjadinpelajaran masyarakat bagaimana bersikap dalam politik.

Hangatnya Santap Sore Khofifah Indar Parawansa dan Tri Rismaharini

Khofifah dan Risma Mulai Jalin Silaturahmi Bahas Masalah Pendidikan dan Sosial

Deklarasi Dukung Prabowo-Sandi, NU Garis Lurus Siap Gerus Suara NU Kultural untuk Maruf Amin

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved