Citizen Reporter

Prihatin Lagu Dewasa Dinyanyikan Anak-anak, Band YTR Petualangan ke 1.000 Sekolah

Tahun baru, harapan baru. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan mimpi dari band anyar Yudha and The Remora (YTR).

Prihatin Lagu Dewasa Dinyanyikan Anak-anak, Band YTR Petualangan ke 1.000 Sekolah
foto: istimewa
Band Yudha and The Remora (YTR) melaunching album baru "Ayo ke Pantai". 

TAHUN BARU harapan baru. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan mimpi dari band anyar Yudha and The Remora (YTR) yang beranggotakanYudha Kristiawan (vokal, ukulele), Akky Anam (vokal, gitar, DJ), Fredy Agus Wicaksono (drum), dan Thomas Enggal (bass).

Grup band asal Yogyakarta yang memiliki kepedulian terhadap anak-anak itu, merilis album perdananya yang berjudul Ayo ke Pantai, Selasa (1/1/2019).

Berlokasi di Dixie Easy Dinning Jogja, peluncuran album itu dihadiri undangan dari berbagai kalangan, seperti media, beberapa grup band di Yogyakarta, praktisi pendidikan, pemerhati anak, serta semua yang terlibat dalam pembuatan album.

Album itu berisi empat lagu yang berjudul Ayo ke Pantai, Lumba-lumba, Terumbu Karang, dan Kandang Sapi. Ada dua bentuk rilis fisik yang diluncurkan secara bersamaan, yaitu CD audio dan flashdisk.

Yang dalam bentuk CD Audio dilengkapi dengan hard copy lembar lirik dengan art work masing-masing lagu. Sementara yang dalam bentuk flashdisk, selain file empat lagu berformat MP3. juga dilengkapi dengan file lirik lagu, file video Ayo ke Pantai, dan profil anggota YTR.

Mereka bermula dari keprihatinan maraknya lagu dewasa yang akhir-akhir ini sering dinyanyikan anak-anak. Itu merupakan indikator minimnya lagu anak-anak yang berkualitas.

Itulah yang menjadi keresahan Yudha Kristiawan yang menjadi inisiator YTR atas koleksi lagu anak-anak yang dinyanyikan putrinya, Senja El Noya Sasikirana.

Bersama putrinya, ia pun mulai menciptakan lagu dengan konten ramah anak dan keluarga, sehingga munculah embrio lagu dalam album Ayo ke Pantai.

Yudha melakukan riset lagu-lagu anak zaman dulu seperti Chicha Koeswoyo hingga Joshua.

Hasilnya, lagu anak-anak zaman dulu sangat edukatif sehingga menurut Yudha tantangan terbesar dalam membuat album itu adalah bagaimana membuat lirik lagu yang mudah dimengerti anak dan tentunya bermuatan pesan moral.

Tidak berhenti sampai di situ, mimpi mereka patut diberi dukungan adalah berpetualang ke 1.000 sekolah di Indonesia.

Tidak hanya sekolah formal, tetapi sekolah mana saja yang yang mendukung konten ramah anak dan keluarga.

”Sejak Oktober, kami telah memulai petualangan 1.000 sekolah ke beberapa sekolah di Yogyakarta,” terang Akky di sela-sela peluncuran album.

Isyani
Pendidik di SD Banyuripan Kasihan Bantul
isyani040@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved