Pertumbuhan Kredit BCA Tahun Ini Ditarget Tumbuh Sampai 11 Persen

BCA membidik pertumbuhan kredit hingga 11 persen di tahun ini. Bagaimana strateginya?

Pertumbuhan Kredit BCA Tahun Ini Ditarget Tumbuh Sampai 11 Persen
surabaya.tribunnews.com/sri handi lestari
Kepala Kantor Wilayah III BCA, Frengky Chandra Wijaya (kiri) saat menyerahkan beasiswa Bakti BCA kepada mahasiswa ITS, Jumat (8/1/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia di tahun 2018 telah diumumkan tumbuh 5,17 persen. Tumbuh dibanding 2017 lalu yang hanya 5,07 persen. Untuk Jawa Timur diprediksi lebih tinggi dibanding nasional.

"Begitu juga tahun 2019, prediksi pertumbuhan ekonomi di Jatim akan lebih tinggi daripada nasional dan Jawa Barat serta DKI. Ini yang membuat kami optimis bisa meningkatkan kinerja perbankan di wilayah Jatim," kata Frengky Chandra Wijaya, Kepala Kantor Wilayah III Surabaya di sela kegiatan penyerahan beasiswa Bakti BCA untuk mahasiswa Unair dan ITS di Surabaya, Jumat (8/2/2019).

Bahkan untuk wilayah Surabaya, Frengky memprediksi peningkatan kredit bisa tumbuh 10 persen hingga 11 persen. Hal ini tak lepas dari potensi pertumbuhan ekonomi di Jatim, jumlah industri di Jatim yang melimpah, serta pasar. Baik pasar lokal Jatim, maupun pasar diluar Jatim terutama Indonesia Timur.

"Jatim merupakan penyedia kebutuhan konsumsi utama untuk Indonesia Timur selain Makasar. Jadi potensinya sangat besar untuk pertumbuhan ekonomi di Jatim," ungkap Frengky.

Di tahun 2019 ini, sektor industri manufaktur, properti, logam, makanan dan minuman, untuk di wilayah Jatim dipastikan tetap akan tumbuh. Termasuk sektor pembiayaan dan produk konsumtif lainnya.

Selain sebagai tempat produksi, Jatim juga menjadi pasar yang prospektif. Terutama jumlah penduduknya yang besar.

Namun Frengky memberi pesan agar para pelaku usaha agar lebih berhati-hati saat akan mengembangkan usaha. "Karena ada potensi kenaikan biaya-biaya yang meningkat tinggi. Ini harus diantisipasi lebih awal, agar usahanya tetap stabil," tambahnya.

Dikutip dari kontan.co.id, Senin (4/2/2019), secara nasional penyaluran kredit BCA mencapai Rp 537,91 triliun. Tumbuh 15,03 persen (yoy) dibandingkan Desember 2017 dengan penyaluran senilai Rp 467,61 triliun.

Sementara penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 630,09 triliun. Angka ini tumbuh 8,14 persen (yoy) dibandingkan Desember 2017 senilai Rp 581,18 triliun. Dari capaian tersebut, hingga 2018 berakhir aset BCA tercatat mencapai Rp 808,63 triliun. Tumbuh 10,05 persen (yoy) dibandingkan Desember 2017 senilai Rp 734,78 triliun.

Sebelumnya, dalam beberapa kesempatan Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, meski kinerja memuaskan, tahun ini BCA pasang target konservatif. Alasannya likuiditas diprediksi masih akan mengetat.

"Tahun lalu kami tumbuh 15 persen, proyeksi untuk tahun ini tetap di kisaran 10 persen - 11 persen. DPK tahun ini memang akan lebih berat, makanya sulit pula jika kredit diminta agresif. Jika DPK lancar kami berani," kata Jahja.

Tags
BCA
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved